Turki akan sambut 50 juta wisatawan pada 2019

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki mengatakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Turki diprediksi meningkat 23 persen tahun depan

Turki akan sambut 50 juta wisatawan pada 2019

LONDON

Turki akan menjadi tuan rumah bagi sekitar 50 juta wisatawan pada 2019, kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Mehmet Nuri Ersoy pada Senin.

Berbicara pada pembukaan paviliun Turki di World Travel Market 2018 di London, Ersoy mengatakan kementerian memproyeksikan peningkatan hingga 30 atau 35 persen dari jumlah wisatawan Inggris yang mengunjungi Turki pada 2018.

Target ini akan tercapai jika reservasi terus berlanjut dengan kecepatan yang sama, menteri menambahkan.

Ersoy juga mengatakan jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Turki akan melebihi jumlah turis pada 2018 yaitu 40 juta.

“Saya mengharapkan kenaikan sebesar 23 persen tahun depan. Saya berharap kita akan mencapai target 48 juta turis,” tambah dia.

Berbicara kepada para perwakilan sektor pariwisata, Ersoy mengatakan mereka akan meningkatkan anggaran kementerian untuk mempromosikan pariwisata Turki dengan Inggris dan Jerman sebagai target promosi utama.

Dia mengatakan negara-negara berbahasa Rusia dan negara-negara Arab akan menjadi target berikutnya untuk mempromosikan Turki sebagai tujuan pariwisata.

Menggarisbawahi perjanjian yang baru-baru ini ditandatangani dengan Turkish Airlines, Ersoy mengatakan penerbangan terjadwal -- selain penerbangan carteran -- ke Antalya, Bodrum, Dalaman, dan Izmir akan dimulai pada April 2019.

Dia mengatakan selain pariwisata massal, Turki juga menyediakan tur keliling kota, pariwisata budaya dan kesehatan dan telah membuat peningkatan di sektor pariwisata.

Ersoy kemudian bertemu dengan sejawatnya dari Bulgaria Nikolina Angelkova dan perwakilan dari sektor pariwisata Turki sebelum meninggalkan Inggris.

World Travel Market adalah acara tahunan yang dihadiri ribuan orang dan menjadi tempat berkumpulnya para profesional pariwisata dari seluruh dunia bersama-sama.

Pameran itu akan berlangsung hingga Rabu, 7 November.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA