Turki akan dirikan basis penelitian ilmiah di Antartika

Turki memiliki status negara pengamat dan ingin mendapatkan status konsultatif di benua itu

Turki akan dirikan basis penelitian ilmiah di Antartika

ANKARA

Sebuah tim berangkat dari Turki ke Antartika pada Selasa untuk mendirikan pangkalan penelitian ilmiah sementara di sana.

Sekelompok wartawan Anadolu Agency juga bergabung dalam perjalanan untuk meliput studi ilmiah Turki.

Turki memegang status negara pengamat dan ingin memiliki status konsultatif di benua itu selama Ekspedisi Sains Antartika Nasional ke-3.

Piri Reis, laksamana armada Ottoman-Mesir dan penulis tentang ilmu navigasi, membuat peta dunia paling awal yang menunjukkan perbatasan Antartika pada 1513, sementara Atok Karaali adalah orang Turki pertama yang melakukan penelitian di Stasiun Plateau, markas Amerika Serikat pada 1967 .

Lebih dari 50 ilmuwan Turki telah menjejakkan kakinya dan melakukan berbagai penelitian ilmiah di benua itu.

Pusat Penelitian Kutub Universitas Teknis Istanbul yang pertama di Turki didirikan di Antartika pada 2015.

Misi lembaga ini adalah untuk melakukan penelitian tentang Antartika dan meningkatkan profil Turki di komunitas ilmiah internasional.

Pada April 2016, tim peneliti Turki pertama, yang terdiri dari 13 tenaga medis, ahli botani, ahli geologi dan ahli kelautan dari tujuh universitas, melakukan perjalanan ke Antartika untuk mempelajari dampak perubahan iklim.

Turki berpartisipasi dalam Ekspedisi Sains Antartika Nasional pertama dengan sembilan peneliti dari berbagai bidang pada 2017.

Pada 2018, 28 peneliti Turki membangun perkemahan pertamanya di Pulau Robert.

Proyek tahun ini, yang didukung oleh Presiden Turki, Kementerian Perindustrian dan Teknologi, dan Pusat Penelitian Polar Universitas Teknis Istanbul serta delapan universitas Turki lainnya, akan melakukan studi ilmiah selama 30 hari.

Dua stasiun pemantauan meteorologi otomatis yang diproduksi di Turki juga akan didirikan oleh Direktorat Jenderal Meteorologi untuk menerima data selama dua tahun.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA