Tim Turki tiba di Antartika untuk penelitian kutub

Tim ekspedisi memerlukan lima kali penerbangan selama 30 jam untuk sampai di benua beku

Tim Turki tiba di Antartika untuk penelitian kutub

ANTARTIKA

Sebuah tim ekspedisi Turki, berangkat ke Antartika untuk mendirikan basis penelitian ilmiah sementara, tiba di benua terdingin itu pada Senin.

Ketua tim Burcu Ozsoy mengatakan pemandangan dari udara sangat menarik bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.

Dia menambahkan bahwa para peserta dalam kondisi medis yang baik dan dengan motivasi tinggi.

"Saya bangga berada di sini bersama mereka [para ilmuwan] dan menjadi bagian dari ekspedisi," ujar Sahika Ercumen, anggota tim yang juga seorang penyelam terkenal.

Anadolu Agency meliput studi ilmiah di Antartika dengan kelompok yang terdiri dari tiga jurnalis, yaitu koresponden ekonomi Dilara Zengin, jurnalis foto Ozge Elif Kizil dan juru kamera Servet Ulku.

Perjalanan, yang memakan waktu hampir satu minggu dengan lima penerbangan, dimulai pada 29 Oktober di Istanbul, Turki.

Tujuan pertama tim adalah Sao Paulo, ibu kota Brasil. Kelompok itu kemudian melakukan perjalanan ke ibu kota Chile, Santiago.

Setelah total perjalanan 30 jam, tim tiba di kota ujung selatan Chile, Puerto Williams.

Setelah beristirahat selama dua hari di titik pemukiman terakhir di belahan bumi selatan itu, mereka mencapai Pulau King George di Antartika dengan penerbangan selama dua jam.

Proyek tahun ini, yang didukung oleh Kepresidenan Turki, Kementerian Industri dan Teknologi, Pusat Penelitian Kutub Universitas Teknis Istanbul serta delapan universitas Turki lainnya, akan melakukan penelitian ilmiah selama 30 hari.

Dua stasiun pemantauan meteorologi otomatis yang diproduksi di Turki juga akan didirikan oleh Direktorat Jenderal Meteorologi untuk menerima data selama dua tahun.

Tim Turki bersama 46 koper mereka yang berisi bahan-bahan ilmiah dengan berat hampir 1.500 kilogram (1307 pound) dengan hati-hati diperiksa untuk memastikan bahwa mereka tidak membawa organisme hidup setelah mendarat di benua itu di bawah Sistem Perjanjian Antartika.

Antartika, benua terdingin di bumi, telah berfungsi sebagai zona penelitian ilmiah sejak perjanjian 1959.

Turki, yang saat ini memegang status pengamat, berhasrat untuk memiliki status konsultatif di benua itu.

Suhu terendah yang tercatat di benua terdingin itu adalah -89 derajat Celcius pada 1983.

Saat musim panas, suhunya bisa mencapai -15 derajat Celcius (5 Fahrenheit).

Pusat Penelitian Kutub Universitas Teknis Istanbul yang pertama di Turki didirikan di Antartika pada 2015.

Misi lembaga ini adalah untuk melakukan penelitian tentang Antartika dan meningkatkan profil Turki di komunitas ilmiah internasional.

Pada April 2016, tim peneliti Turki pertama, yang terdiri dari 13 tenaga medis, ahli botani, ahli geologi dan ahli kelautan dari tujuh universitas, melakukan perjalanan ke Antartika untuk mempelajari dampak perubahan iklim.

Turki memegang status negara pengamat dan berkeinginan untuk memiliki status konsultatif di benua itu selama Ekspedisi Sains Antartika Nasional ke-3.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA