Thailand perpanjang penahanan pesepakbola Bahrain hingga 22 April

Pengadilan memberi waktu pengacara sampai 5 April untuk menyerahkan dokumen penolakan ekstradisi

Thailand perpanjang penahanan pesepakbola Bahrain hingga 22 April

JAKARTA

Pengadilan Thailand pada Senin sepakat memperpanjang penahanan pesepak bola Bahrain Hakeem al Araibi yang menghadapi tuntutan deportasi, lansir Bangkok Post.

Pengadilan memberi waktu pengacara sampai 5 April untuk menyerahkan dokumen penolakan ekstradisi dan menetapkan 22 April untuk pemeriksaan pendahuluan terhadap saksi dan bukti, kata Nadthasiri Bergman, kuasa hukum Araibi.

Wartawan, aktivis, dan pejabat serta diplomat dari 13 negara, termasuk duta besar Australia untuk Thailand Allan McKinnon, ikut menyambut kehadiran Araibi di pengadilan.

"Jangan kirim saya ke Bahrain," kata pesepak bola itu, yang mengatakan menghadapi penganiayaan dan penyiksaan jika dideportasi ke Bahrain.

Araibi melarikan diri ke Australia dari Bahrain pada tahun 2014. Dia lalu bermain untuk Pascoe Vale, sebuah klub sepak bola di Melbourne.

Araibi ditangkap otoritas Thailand saat berbulan madu di Bangkok pada November lalu atas permintaan Bahrain.

Mantan kapten sepak bola Australia Craig Foster, yang telah berkampanye di seluruh dunia untuk pembebasan Araibi, juga berada di pengadilan untuk menunjukkan dukungan bagi pengungsi Bahrain itu.

"Istrimu mengirim cintanya, Australia bersamamu, sobat," teriak Foster kepada Araibi yang melambaikan tangan ke pendukungnya. "Tetap kuat, Hakeem."

Pekan lalu, jaksa penuntut Thailand mengajukan permintaan ekstradisi Araibi ke Bahrain.

Jaksa mengatakan Araibi terbukti melakukan tindak pidana dan harus diekstradisi.

Araibi dihukum karena tuduhan merusak kantor polisi di Bahrain dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Namun Araibi membantah tuduhan itu dan mengaku sedang bertanding saat dugaan vandalisme terjadi.

Proses pengadilan mengenai ekstradisi Araibi akan memakan waktu berbulan-bulan, kata Chatchom Akapin, pejabat kantor jaksa agung.

Selasa lalu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mendesak Thailand untuk menghentikan ekstradisi Araibi ke Bahrain.

Dalam sebuah surat kepada Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, Morrison menekankan bahwa kasus Araibi adalah masalah penting baginya secara pribadi, Pemerintah Australia, dan masyarakat Australia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA