Tentara Sudan janji loyal pada Bashir

Sudan diguncang protes terhadap kenaikan harga dan kekurangan bahan pokok

Tentara Sudan janji loyal pada Bashir

KHARTOUM

Militer Sudan menegaskan dukungan pada Presiden Omar al-Bashir di tengah-tengah protes masyarakat terkait kenaikan harga dan kekurangan bahan pokok.

Dalam pernyataan Minggu, militer mengatakan seluruh pasukan regulernya mendukung kepemimpinan negara itu.

"Angkatan bersenjata menegaskan bahwa mereka berdiri di belakang kepemimpinannya dan minatnya dalam menjaga prestasi rakyat dan keamanan negara, keselamatan bersama dengan darah, kehormatan, dan asetnya," kata pernyataan militer yang dikutip oleh kantor berita resmi SUNA.

Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa beberapa perwira senior militer telah bergabung dengan pengunjuk rasa di kota-kota Atbara, Gadaref dan Port Sudan.

Sudan telah diguncang oleh protes terhadap kenaikan harga, inflasi dan dua kali lipat biaya roti.

Sementara perkiraan resmi menyebutkan jumlah korban tewas dari protes di delapan, kelompok oposisi mengatakan bahwa setidaknya 22 orang telah tewas dalam kerusuhan.

Pada Minggu, protes pecah di Omdurman, kota kembar ibukota Khartoum, dan negara-negara Kordofan Utara dan Selatan.

Saksi mata mengatakan polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter yang berbaris di pusat Khartoum setelah pertandingan sepak bola di tengah teriakan melawan Presiden Omar al-Bashir, yang telah berkuasa sejak 1989.

Pihak berwenang Sudan telah mengumumkan keadaan darurat dan jam malam di sejumlah provinsi atas protes. Pejabat pemerintah menuduh Israel merencanakan kelompok pemberontak untuk menyebabkan kekerasan di negara itu.

Sebagai negara berpenduduk 40 juta orang, Sudan telah berjuang untuk pulih dari kehilangan tiga perempat dari produksi minyaknya ketika Sudan Selatan tutup pada 2011.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA