TAI bidik pasar drone Indonesia, Asia Tenggara

Uji coba drone terbaru ini dilakukan di Indonesia

TAI bidik pasar drone Indonesia, Asia Tenggara

JAKARTA

Perusahaan alutsista Turki, Turkish Aerospace Industries (TAI), membidik Indonesia dan Asia Tenggara sebagai pasar produk terbarunya, yaitu pesawat terbang tanpa awak (drone) bernama Anka.

Vice President Corporate Marketing and Communication TAI Tamer Ozmen mengatakan Anka cocok untuk digunakan di negara dengan kondisi geografis kepulauan seperti Indonesia.

“Kau bisa mengontrol situasi di ribuan mill dari Jakarta,” ujar Ozmen, Kamis, kepada Anadolu Agency di Jakarta.

Indonesia, menurut Ozmen, adalah negara yang tengah bertumbuh di tataran regional, bahkan dunia.

TAI, kata Ozmen, memahami jika pemerintah Indonesia tengah mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

Oleh karena itu, lanjut Ozmen, TAI dapat turut mendukung program itu lewat kerja sama industri pertahanan.

“Kami dapat membawa teknologi kami kesini, melatih insinyur, teknisi, pilot, kita dapat membangun pusat teknologi dan logistik di sini,” ujar dia.

Indonesia dan Turki, kata Ozmen, memiliki hubungan pertahanan bilateral yang baik.

Saat ini, tambah Ozmen, TAI tengah turut serta dalam salah satu tender pertahanan di Indonesia.

Ozmen mengatakan bahwa pameran teknologi pertahanan internasional Indo Defense 2018 Expo & Forum merupakan ajang yang menyediakan pasar besar konsumen produk pertahanan dari berbagai negara, dengan diskusi dan forum bisnis.

Ozmen mengatakan bahwa Anka merupakan pesawat tanpa awak jenis medium long altitude.

Dengan bidikan senjata yang sangat presisi, lanjut Ozmen, produk ini sudah digunakan dalam operasi di Turki, juga Irak dan Suriah.

Kerja sama TAI dengan Indonesia, ujar Ozmen, sudah berlangsung sejak 2008.

Salah satunya adalah uji coba terowongan angin (wind tunnel) Anka di fasilitas Indonesian Low Speed Tunnel (ILST) milik Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika, dan Aeroakustika (BBTA3) BPPT.

“Sekarang ini ada beberapa model yang uji coba terowongan anginnya akan dilakukan di Indonesia juga,” kata Ozmen.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA