Serikat Turki kecam Barat karena peningkatan serangan rasis

Tidak ada hukuman untuk mencegah serangan rasis, kata Uni Islam Turki di Eropa

Serikat Turki kecam Barat karena peningkatan serangan rasis

COLOGNE, Jerman

Persatuan Islam Turki di Eropa (ATIB) pada Minggu mengkritik beberapa negara Barat, termasuk Jerman, karena tetap diam dalam menghadapi meningkatnya serangan terhadap masjid.

Berbicara kepada media di markas serikat di Cologne, Pemimpin ATIB Durmus Yildirim mengatakan bahwa serangan rasial dan tekanan pada masjid dan yayasan Turki meningkat pada tahun 2018.

"Saya pikir penyerang bisa ditangkap jika diinginkan," kata Yildirim.

“Setelah semua insiden ini, tidak adil bahwa penyerang tidak ditangkap, atau dibebaskan setelah ditangkap. Tidak ada hukuman pencegah untuk ini, ”tambahnya.

Pada 30 Desember, sebuah masjid yang sedang dibangun di kota Duisburg, Jerman barat diserang oleh para penyerang tak dikenal, yang merusak bangunan itu dengan slogan-slogan rasis.

Jerman, negara berpenduduk lebih dari 81 juta orang, memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Di antara hampir 4,7 juta Muslim di negara itu, 3 juta berasal dari Turki.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah menyaksikan meningkatnya Islamofobia dan kebencian terhadap migran yang dipicu oleh propaganda dari partai-partai sayap kanan dan populis.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA