Senator tidak setuju dengan Trump soal pembunuhan Khashoggi

Senator AS tidak setuju dengan pernyataan Trump yang mengatakan CIA tidak menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Saudi memerintahkan pembunuhan Khashoggi

Senator tidak setuju dengan Trump soal pembunuhan Khashoggi

WASHINGTON

Senator AS dari Partai Republik Mike Lee pada Minggu menyatakan ketidaksetujuannya dengan penolakan Presiden Donald Trump terhadap penilaian CIA yang mengatakan bahwa putra mahkota Arab Saudi memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi.

Lee berbicara dalam sebuah wawancara di NBC News, menanggapi pernyataan Trump yang mengatakan bahwa CIA tidak menyimpulkan keterlibatan Mohammed bin Salman dalam pembunuhan itu.

"Saya tidak setuju dengan penilaian Presiden. Pernyataan ini tidak konsisten dengan laporan intelijen yang pernah saya lihat, yang menunjukkan bahwa pembunuhan itu diperintahkan oleh putra mahkota," ujarnya.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah awalnya mengatakan bahwa dia meninggalkan konsulat hidup-hidup, berminggu-minggu kemudian pemerintah Saudi mengakui bahwa dia terbunuh di sana.

Pembunuhan Khashoggi juga membuat perang Arab Saudi di Yaman kembali menjadi sorotan, di mana anggota parlemen AS mendorong pemerintahan Trump untuk menghentikan dukungannya terhadap Kerajaan sebagai hukuman atas pembunuhan itu.

Lee mengatakan perang di Yaman tidak sah dan tidak tidak sesuai dengan konstitusi dari sudut pandang AS.

"Arab Saudi bukan sekutu yang pantas mendapat bantuan militer semacam ini, terutama karena tidak ada hubungan antara keselamatan rakyat Amerika dan keterlibatan kami dalam perang ini," kata sang senator.

"Saya percaya ini adalah kesempatan bagi Kongres untuk menimbang dan menyerukan penghentian upaya kita di Yaman," tambahnya.

Menurut PBB, Perang di Yaman adalah krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Ketika konflik memasuki tahun keempat, sekitar 14 juta orang di Yaman atau setengah dari total penduduk negara itu, berada dalam risiko kelaparan.

Sekitar 85.000 anak di bawah usia 5 tahun di Yaman mati kelaparan sejak perang dimulai, menurut laporan Save the Children, sebuah kelompok hak asasi manusia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA