Senator AS minta dukungan militer ke Arab Saudi dihentikan

Rand Paul menegaskan bahwa otoritas Saudi harus "bertanggung jawab" atas hilangnya Jamal Khashoggi

Senator AS minta dukungan militer ke Arab Saudi dihentikan

ANKARA

Senator dari Kentucky, Amerika Serikat, Rand Paul pada Rabu mendesak pemberhentian dukungan militer ke Arab Saudi sampai keberadaan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, dipastikan “aman”.

Khashoggi menghilang sejak 2 Oktober, ketika dia mendatangi Konsulat Saudi di Istanbul. Berbagai spekulasi menyebutkan bahwa dia telah dibunuh oleh pemerintah Saudi.

Paul menyatakan bahwa dia akan memperkenalkan undang-undang untuk "menghentikan semua penjualan, pendanaan, pelatihan, dan koordinasi militer lainnya" dengan dan ke negara Teluk sampai keberadaan Jamal Khashoggi diketahui.

"Rezim harus bertanggung jawab dalam kasus Jamal Khashoggi," tulis Paul dalam sebuah artikel yang diterbitkan The Atlantic.

Paul bahkan menyebut rezim Saudi “melakukan penindasan”. Dia menyampaikan kekecewaanya ke rekan-rekan senatornya karena tak segera mengambil keputusan untuk menindak aksi teror di negara itu.

“Tak ada kerja sama atau kesepakatan apa pun yang dapat membenarkan kolusi dengan rezim yang mendukung jihadisme di seluruh dunia,” ujar dia.

Senator itu juga mengkritik tindakan "sewenang-wenang" negara-negara OPEC dalam menangani konflik Yaman.


Hingga saat ini, pemerintah Saudi belum memberikan keterangan yang jelas tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara - terutama Turki, AS, dan Inggris - telah mendesak agar masalah ini diusut sesegera mungkin.

Menurut tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, Khashoggi pertama kali tiba di Konsulat Saudi di Istanbul pada 28 September.

Setelah diberi tahu bahwa dokumennya akan siap dalam seminggu, Khashoggi pergi ke London dan kembali ke Istanbul pada 1 Oktober.

Khashoggi pun menelepon konsulat dan diberi tahu "bahwa dokumen sedang dipersiapkan" dan dia bisa datang langsung ke konsulat.

Dia mendatangi gedung diplomatik pada 2 Oktober dengan Cengiz, namun tak pernah terlihat keluar dari sana.

Di hari yang sama, 15 orang Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mendatangi konsulat di mana Khashoggi berada.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA