Senat Irlandia setujui RUU pelarangan impor dari pemukiman Israel

RUU ini akan mengkriminalisasi perdagangan dengan pemukiman Israel, termasuk pemukiman yang dibangun di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan

Senat Irlandia setujui RUU pelarangan impor dari pemukiman Israel

LONDON

Senat atau majelis tinggi parlemen Irlandia menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang mengkriminalisasi impor dan perdagangan barang jasa dari pemukiman Israel di wilayah Palestina, Rabu.

RUU itu telah melewati tahap komite pekan lalu.

Meskipun pemerintah Irlandia menentang, RUU itu tetap akan diberlakukan jika disetujui oleh majelis rendah parlemen.

Jika ini terjadi, Irlandia akan menjadi negara Uni Eropa pertama yang memberlakukan larangan terhadap pemukiman Israel.

"Kami akan memberlakukan RUU penting ini dengan dukungan besar," tulis Senator Frances Black di media sosial.

Dalam sebuah pernyataan sebelumnya, Black juga menekankan bahwa RUU itu merupakan persyaratan minimum untuk menjadi negara Uni Eropa yang berkomitmen terhadap keadilan dan hak asasi manusia.

Sementara itu, Kedutaan Israel di Dublin mengecam RUU tersebut, menyebutnya sebagai kebijakan yang populis dan berbahaya.

RUU ini akan mengkriminalisasi perdagangan dengan permukiman Israel, termasuk pemukiman yang dibangun di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan.

Menurut rancangan undang-undang tersebut, siapa pun yang mengimpor atau mencoba mengimpor dari pemukiman Israel di Palestina akan dianggap melakukan kejahatan yang dapat dihukum hingga lima tahun penjara atau denda sebesar EUR250 ribu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA