Ratusan warga Argentina tolak campur tangan AS di Venezuela

Para demonstran meyakini bahwa perdamaian hanya dapat dicapai melalui dialog, bukan dengan kudeta militer

Ratusan warga Argentina tolak campur tangan AS di Venezuela

BUENOS AIRES

Ratusan warga Argentina mengikuti unjuk rasa di Buenos Aires pada Selasa untuk menentang intervensi Amerika Serikat di Venezuela.

LSM, serikat pekerja, dan organisasi mahasiswa berkumpul di Universitas Buenos Aires sebelum bergerak menuju kedutaan besar AS.

Selama aksi protes, para demonstran meneriakkan slogan-slogan seperti "Akhiri tekanan AS ke Amerika Latin!" dan "Bangun dialog dan perdamaian di Venezuela!"

Para demonstran meyakini bahwa perdamaian hanya dapat dicapai melalui dialog, bukan dengan kudeta militer.

Pada 23 Januari, pemimpin Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido, mendeklarasikan dirinya sebagai presiden negara itu.

Pengumuman itu diikuti oleh pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang mengakui Guaido sebagai presiden sementara.

Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay pun kemudian mengikuti langkah AS.

Hampir 19 negara Eropa - termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, dan Jerman - juga bergabung dengan AS untuk mengakui Guaido.

Sementara itu, Bolivia dan Meksiko masih mengakui presiden terpilih Nicolas Maduro.

Rusia, China, Iran, dan Turki juga menyatakan dukungan kepada Maduro.

Ketegangan meningkat di Venezuela karena Maduro menolak seruan oposisi untuk mundur. Maduro menuding AS mengatur kudeta terhadap pemerintahannya.

AS telah memimpin kampanye internasional untuk memberlakukan tekanan ekonomi dan diplomatik pada Maduro, termasuk pemberian sanksi kepada perusahaan minyak milik negara.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA