Program beasiswa Turki targetkan siswa asing

Aplikasi untuk tahun akademik 2019-2020 dibuka hingga 20 Februari

Program beasiswa Turki targetkan siswa asing

ANKARA

Kepala Kepresidenan Turki untuk Masyarakat Turki di Luar Negeri dan Masyarakat Terkait (YTB) mengajak para siswa internasional yang berencana untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Turki agar tidak melewatkan tenggat waktu untuk program Beasiswa Turkiye yang didanai negara.

"Kami mengundang siswa internasional dari seluruh dunia untuk belajar di Turki," kata Abdullah Eren, berbicara kepada Anadolu Agency di Ankara.

Eren mengatakan program ini menawarkan kesempatan bagi siswa internasional untuk belajar di tingkat sarjana, magister dan doktoral di universitas paling bergengsi di Turki.

Siswa yang ingin belajar di Turki dapat mendaftar untuk program ini di www.turkiyeburslari.gov.tr hingga 20 Februari.

"Informasi lebih lanjut tentang sistem pendidikan di Turki dan informasi tentang kota-kota dapat ditemukan di situs web kami sehingga siswa dapat dengan mudah mendaftar," ujar dia.

Program beasiswa kompetitif yang didanai pemerintah diberikan kepada siswa berprestasi untuk mengejar program penuh waktu atau jangka pendek di universitas top di Turki, menurut situs resmi.

"Ini bertujuan untuk membangun jaringan para pemimpin masa depan yang berkomitmen untuk memperkuat kerja sama antar negara dan saling pengertian di antara masyarakat," tambah dia.

Semua biaya ditanggung

Eren juga berbicara tentang kelebihan program bagi siswa.

“Kami akan menanggung biaya universitas dan asuransi kesehatan hingga akhir pendidikan mereka. Biaya asrama siswa juga dibayarkan penuh oleh program ini,” katanya.

Tiket penerbangan pulang pergi juga dibayarkan oleh YTB.

“Selain semua ini, kami juga memberikan uang saku kepada siswa kami. Jadi seorang siswa yang mendapatkan beasiswa ini dapat belajar tanpa perlu dana tambahan lain,” tambah dia.

Rekor jumlah aplikasi

Eren mengungkapkan ada peningkatan yang signifikan dalam aplikasi sejak Beasiswa Turkiye Burslari dimulai pada 2012.

"Pada 2012, ketika program diluncurkan, sekitar 42.000 aplikasi diterima dan mencapai 136.000 pada 2018," katanya.

Menurut dia, sekitar 17.500 siswa dari 160 negara sekarang mendapat manfaat dari program ini.

"Kami mengharapkan rekor jumlah aplikasi dari setiap negara di dunia tahun ini," tambah Eren.

Menyebut siswa yang belajar di Turki sebagai jembatan antara Turki dan negara mereka sendiri, dia mengatakan mereka membuka jalan untuk meningkatkan hubungan politik, ekonomi dan antar-komunal.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA