Petinggi Huawei berakhir pekan di penjara Kanada

Sidang untuk menetapkan jaminan Meng Wanzhou dilanjutkan pada Senin di Vancouver

Petinggi Huawei berakhir pekan di penjara Kanada

TRENTON, Kanada

Kepala Petugas Keuangan Huawei Meng Wanzhou akan melewati akhir pekan di balik jeruji di Vancouver setelah sidang penetapan jaminannya ditunda pada Jumat lalu tanpa keputusan.

Hakim merasa perlu waktu lebih untuk mempertimbangkan usulan penjaminan Meng. Sidang akan digelar kembali pada Senin.

Meng dituduh menipu oleh otoritas Amerika Serikat yang ingin dia diekstradisi dari Kanada untuk diadili.

Pada sidang jaminan di ruang yang penuh sesak, Jaksa Penuntut menilai Ming berisiko kabur apabila dibebaskan dari tahanan Kanada. Meng disebut memiliki dana yang cukup untuk melarikan diri ke China. China tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS atau Kanada. Atas alasan itu, Jaksa Penuntut John Gibb-Carsley menentang jika Meng mendapat jaminan.

Pengacara Meng, David Marin berpendapat permohonan penjaminan kliennya harus dikabulkan mengingat integritas pribadi Meng dan dia tidak akan melarikan diri ke China selama dalam masa persidangan.

Otoritas AS menuding Meng, yang merupakan anak perempuan dari pendiri Huawei, menggunakan anak perusahaan tidak resmi bernama Skycom untuk berbisnis dengan Iran dan melanggar sanksi AS.

Dia “dituduh berkomplot untuk menipu sejumlah lembaga internasional” dan setiap tuduhan terancam hukuman penjara maksimal 30 tahun.

Pengadilan mendengar bahwa Meng menipu bank-bank dan lembaga keuangan lainnya dengan mengklaim bahwa kedua perusahaan itu adalah entitas yang terpisah. Skycome berbasis di Hong Kong.

Pemerintah Chinamempertanyakan alasan Meng ditangkap - sempat ada larangan publikasi hingga akhirnya dicabut pada Jumat - dan menyerukan agar dia segera dibebaskan.

Dia ditangkap di Vancouver pada 1 Desember atas permintaan otoritas Amerika.

Isu ini menarik perhatian masyarakat internasional karena berpotensi memberi dampak negatif terhadap pasar uang. Berita penangkapan Meng membuat pasar saham jatuh karena dikhawatirkan menghentikan 90 hari gencatan dalam perang dagang yang diperantarai Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Huawei adalah pemasok peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia sekaligus pembuat smartphone terbesar kedua dan Amerika telah bersikukuh bahwa perusahaan ini merupakan mata-mata untuk militer China.

Pada Agustus, Trump meneken larangan pemerintah AS menggunakan teknologi Huawei. 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA