Pemilu paruh waktu AS buat rupiah menguat

Penguatan nilai tukar rupiah lebih karena pengaruh global

Pemilu paruh waktu AS buat rupiah menguat

JAKARTA

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan.

Hingga penutupan pada hari ini, Rabu, nilai tukar rupiah berada di angka Rp14.575 per dolar AS.

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Al Fatih mengatakan kepada Anadolu Agency, faktor yang membuat dolar melemah adalah pemilu paruh waktu di Amerika Serikat dan juga sedikit meredanya perang dagang AS dan China.

“Penguatan nilai tukar rupiah lebih karena pengaruh global,” ungkap dia.

Al Fatih menambahkan turunnya harga minya dunia juga menjadi faktor lain yang membuat rupiah menguat. Harga minyak dunia terkoreksi dari USD85 per barel menjadi USD71 per barel.

“Ini menjadi sentiment positif bagi rupiah karena Indonesia sudah menjadi net importir minyak,” tambah Al Fatih.

Sementara itu, faktor domestik yang menjadi pendorong penguatan rupiah menurut dia, adalah pertumbuhan ekonomi triwulan III yang sedikit di atas ekspektasi pasar. BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan III sebesar 5,17 persen sementara ekonom banyak memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 5,1 persen.

“Penguatan ini juga disebabkan mulai masuknya investor asing, terkait semakin menariknya saham dan obligasi setelah pelemahan kurs sebelumnya,” imbuh dia.

Meski begitu, Al Fatih mengatakan nilai tukar rupiah saat ini memiliki volatilitas yang tinggi. Pada umumnya, bank sentral tidak menyukai volatilitas tinggi sehingga mungkin nilai tukar akan terkoreksi.

Nilai tukar resistance rupiah berada di angka Rp14.650-Rp14.850 dengan titik support Rp14.370-Rp14.100-Rp13.850.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA