PBB ikuti kasus pembunuhan Khashoggi dari dekat

PBB mengutarakan akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya setelah semua hasil investigasi dibuka

PBB ikuti kasus pembunuhan Khashoggi dari dekat

PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan akan mengikuti perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi dengan dekat.

PBB juga mengutarakan akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya setelah semua hasil investigasi dikemukakan, kata salah satu juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Farhan Haq.

Haq mengatakan PBB tengah mengikuti perkembangan investigasi langsung dari negara-negara terkait.

Haq kembali mengingatkan ajakan Sekjen PBB Antonio Guterres untuk melakukan penyelidikan yang cepat dan transparan.

Khashoggi, kolumnis Washington Post, dibunuh pada 2 Oktober, setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.

Menurut Kantor Kejaksaan Istanbul, begitu memasuki gedung konsulat, Khashoggi dicekik, kemudian disiksa, hingga akhirnya jasadnya dipotong-potong.

Pada Jumat, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan bahwa instruksi pembunuhan Khashoggi datang dari pejabat tinggi Saudi.

Erdogan mengatakan pelaku pembunuhan termasuk di antara 18 tersangka yang ditangkap oleh Arab Saudi.

Turki telah meminta ekstradisi individu-individu tersebut, tetapi Saudi menegaskan ingin mengadilinya sendiri.

Setelah mengumumkan bahwa Khashoggi dibunuh, Saudi belum mengungkapkan keberadaan jasad Khashoggi.

Keluarga Khashoggi telah memohon kepada pemerintah Saudi untuk memulangkan jasad Khashoggi sehingga dapat dimakamkan dengan layak, namun para pejabat kerajaan memilih bungkam.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA