Operasi pencarian Lion Air JT-610 diperpanjang hingga 10 November

Dalam kurun waktu tersebut Basarnas akan total mencari potongan tubuh penumpang Lion Air, sedangkan serpihan badan pesawat dilakukan oleh tim lain

Operasi pencarian Lion Air JT-610  diperpanjang hingga 10 November

JAKARTA

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengumumkan operasi pencairan penumpang dan serpihan pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat, kembali diperpanjang hingga tiga hari ke depan.

“Setelah dilakukan evaluasi, kami putuskan evakuasi diperpanjang selama tiga hari khusus tim Basarnas,” kata Syaugi di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan, anggota Basarnas dalam kurun waktu tersebut akan total mencari potongan tubuh penumpang Lion Air. Adapun serpihan badan pesawat dilakukan oleh tim lainnya.

“Upaya utama kita mencari jenazah korban. Untuk bagian blackbox CVR menjadi tanggung jawab BPPT dan KNKT. Posko kami (Basarnas) di Pelabuhan Tanjung Priok tetap ada sampai tiga hari ke depan, begitu juga di Tanjung Pakis,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Syaugi juga meminta dukungan doa dari masyarakat agar pencarian korban menemukan hasil.

“Saya mohon doa, mudah-mudahan tiga hari ke depan kita bisa tuntaskan operasi ini dan supaya semuanya tetap ditemukan,” kata Syaugi.

Pada Selasa malam, tim penyelam kembali mengumpulkan 20 kantung jenazah. Dengan begitu, total kantung jenazah yang telah diberikan label oleh tim DVI dan dievakuasi ke RS Polri sebanyak 184 kantung.

Operasi SAR Lion Air JT-610 PK-LQP terpusat pada titik prioritas 1 yakni Kapal Victori milik Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beam Echo Sounder (MBES), Side Scan Sonar, Ping Locator, Differential Global Positioning System (DGPS), dan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV).

Kapal Victori dikelilingi Rubber Boat (RB) atau perahu karet sebagai poin atau titik-titik spot penyelaman oleh tim penyelam gabungan dari Basarnas, Denjaka, Kopaska, Taifib, Dislambair TNI AL, Brimob, Indonesia Diver Rescue Tim, POSSI, dan lainnya.

Sementara pada sektor atau prioritas 2, terdapat puluhan kapal dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan, yang masih melakukan pencarian di atas permukaan.

Tim SAR yang ada di Posko Tanjung Pakis hingga kini juga masih melaksanakan penyisiran atau penyapuan di sepanjang garis perairan untuk mencari dan mengevakuasi korban yang terbawa arus.

Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin pagi, 20 Oktober 2018. Pesawat dengan personnel on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA