Nigeria bisa kurangi kemiskinan dengan atasi gizi buruk

Anak-anak yang kekurangan gizi tidak bisa berkontribusi pada ekonomi Nigeria, kata konsultan UNICEF

Nigeria bisa kurangi kemiskinan dengan atasi gizi buruk

YOLA, Nigeria

Sejumlah ahli gizi mengatakan setidaknya 33 persen warga Nigeria akan keluar dari kemiskinan ekstrim jika negara itu berhasil menangani gizi buruk, dengan alasan bahwa anak-anak yang kekurangan gizi tidak memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap ekonomi.

Seorang konsultan UNICEF, Davis Bamidele Omotola pada Rabu mengatakan memerangi gizi buruk merupakan keharusan yang mendesak bagi Nigeria karena setiap ekonomi di mana 50 persen anak-anaknya mengalami kekerdilan dan kurus kering akan hancur.

"Jika Nigeria bisa mengatasi ancaman kekurangan gizi, 33 persen orang miskin akan keluar dari kemiskinan ekstrim dan memberi anak-anak mereka kesempatan yang lebih baik untuk hidup,” ujar Omotola.

Dia berbicara di Adamawa, Nigeria, dalam sebuah dialog media tentang kekurangan gizi anak dengan tema "Berinvestasi dalam kekurangan gizi anak untuk masa depan."

Acara ini dihadiri oleh wartawan, pejabat pemerintah, perwakilan dari UNICEF dan Departemen Pembangunan Internasional Inggris (DfID).

Omotola mengatakan berinvestasi dalam gizi anak menawarkan beberapa peluang besar untuk perubahan sosial dan ekonomi di Afrika.

Dia menambahkan bahwa untuk setiap dolar yang diinvestasikan dalam mengurangi stunting di antara anak-anak di Afrika, ada laba investasi sebesar USD16.

Selain itu, menurutnya, upaya ini juga mencegah hampir setengah dari total kematian anak dan meningkatkan tingkat pendidikan setidaknya satu tahun.

Pernyataan Omotola ini disampaikan di tengah kemarahan yang disebabkan oleh laporan terbaru World Poverty Clock dan Brookings Institute bahwa Nigeria telah menggantikan India sebagai ibu kota kemiskinan dunia.

"Investasi nutrisi akan membuat anak-anak 33 persen lebih mungkin untuk keluar dari kemiskinan ketika mereka dewasa," tambahnya.

Olumide Osanyinpeju, kepala Biro Informasi Hak Anak Nigeria (CRIB) dari Kementerian Informasi dan Kebudayaan, mengatakan peningkatan gizi adalah kunci untuk mencapai pembangunan nasional dan manusia, namun hal itu hanya dapat dicapai ketika warga sadar akan bahaya kekurangan gizi.

“Mengatasi masalah gizi adalah salah satu cara agar tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai, oleh karena itu investasi nutrisi akan membantu mengurangi tren negatif kekurangan gizi,” tambahnya.

Dia mengatakan acara dialog itu dimaksudkan untuk mengurangi malnutrisi pada bayi dan anak-anak, remaja dan wanita usia reproduktif dan untuk secara signifikan mengurangi gangguan defisiensi mikronutrien, terutama di kalangan kelompok rentan serta untuk meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat.

Para ahli menyerukan investasi untuk memastikan keamanan pangan dan mengakhiri kelaparan ekstrim pada 2030, tujuan kedua dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs).

Nigeria sedang menghadapi apa yang disebut para ahli sebagai darurat gizi buruk nasional.

Setidaknya setengah dari anak-anak di wilayah timur laut yang dilanda pemberontakan, mengalami stunting (kekerdilan) atau wasting (kurus kering), keduanya mewakili berbagai tahap malnutrisi dengan konsekuensi yang mengerikan bagi tingkat kematian anak dan kemampuan untuk melenjutkan kehidupan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA