Menteri Prancis: Demonstrasi telah ‘menciptakan monster’

Ekstremis pro-kekerasan diperkirakan ada di antara para demonstran pada Sabtu, kata Christophe Castaner

Menteri Prancis: Demonstrasi telah ‘menciptakan monster’

Menteri Dalam Negeri Prancis Christope Castaner mengatakan demonstrasi di Prancis selama tiga minggu terakhir telah “menciptakan monster”.

Berbicara kepada wartawan menjelang akhir pekan, Castaner menyebut akan ada lebih sedikit orang yang ikut serta dibanding pekan-pekan sebelumnya, ketika putaran baru demonstrasi anti-pemerintah diadakan di seluruh negeri untuk menentang biaya hidup yang meningkat.

Namun Castaner mencatat jumlah demonstran kemungkinan akan mencapai ribuan orang.

Dia menekankan bahwa ekstrimis pro-kekerasan diperkirakan berada di antara para demonstran, sehingga langkah-langkah keamanan besar akan diambil.

Castaner mengatakan tidak akan ada toleransi untuk tindakan kekerasan dan meminta demonstran untuk mengambil bagian dalam berdialog.

Para pengunjuk rasa yang mengenakan rompi kuning cerah, dijuluki sebagai Rompi Kuning, akan berkumpul pada Sabtu pagi di Jalan Champs-Elysees.

Toko-toko, restoran dan bank telah mulai menutup jendela dan pintu mereka dengan papan kayu dan pagar kawat.

Pihak kepolisian telah menyampaikan pemberitahuan kepada toko-toko dan restoran di sepanjang jalan itu, mengingatkan mereka tentang kemungkinan terjadinya kekerasan selama demonstrasi.

Petugas keamanan meminta mereka untuk menutup pintu dan jendela, serta tidak meletakkan kursi dan meja di luar.

Perusahaan konstruksi juga diminta untuk tidak meninggalkan alat dan material bangunan di jalanan.

Pasukan keamanan mulai mempersiapkan pengamanan dekat Istana Elysee di Paris.

Mobilitas polisi telah ditingkatkan menjelang demonstrasi. Lusinan kendaraan berlapis baja dan 89 ribu pasukan tentara akan bertugas, termasuk 8 ribu pasukan di Paris.

Pemerintah regional di seluruh Prancis juga melarang penjualan bahan bakar dan bahan-bahan yang mudah terbakar lainnya.

Demonstrasi juga mempengaruhi aktivitas budaya di Paris.

Museum akan ditutup pada Sabtu, kemudian pertunjukan opera dan pertandingan sepak bola telah dibatalkan di kawasan yang diperkirakan akan ada demonstrasi.

Ikon Paris seperti Menara Eiffel dan Arc de Triomphe akan ditutup selama demonstrasi berlangsung.

Begitu juga dengan sejumlah jalur metro dan jalan-jalan di sekitar Champs-Elysees akan ditutup untuk lalu lintas.

Ribuan demonstran Rompi Kuning telah berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk Paris, sejak 17 November.

Mereka memprotes kebijakan kontroversial Presiden Emmanuel Macron yang menaikkan pajak bahan bakar dan memburuknya situasi ekonomi di Prancis.

Para demonstran, yang umumnya tinggal di kawasan rural karena tingginya harga sewa di kota, mendesak Macron memotong pajak bahan bakar dan menyiapkan pengaturan ekonomi yang memudahkan hidup mereka.

Pemerintah Prancis telah membatalkan kenaikan pajak bahan bakar pada Kamis malam setelah berminggu-minggu aksi demonstrasi yang melibatkan kekerasan.

Setidaknya tiga orang tewas selama kerusuhan, sementara 1043 orang lainnya terluka, termasuk 222 orang di antaranya anggota pasukan keamanan. Sebanyak 1424 orang telah ditangkap.

Pada tahun ini harga bahan bakar di Prancis telah meningkat lebih dari 20 persen.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA