Menlu Venezuela sebut AS pimpin upaya kudeta di negaranya

Menlu Venezuela Arreaza menyebut upaya kudeta tersebut direncakan di Washington

Menlu Venezuela sebut AS pimpin upaya kudeta di negaranya

CARACAS

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza, dalam pernyataannya di Twitter menyindir Amerika Serikat (AS) yang mengambil langkah-langkah mendukung kudeta di negaranya melalui pengakuan Ketua Majelis Nasional dari pihak oposisi Juan Guaido sebagai "presiden sementara".

Arreaza bercuit, "Sangat mengejutkan bahwa pemerintah AS tidak lagi berada di belakang upaya kudeta di Venezuela, tetapi secara terang-terangan AS berada di depan memimpin, tanpa mengenakan topeng, bahkan tanpa harus bersembunyi.”

Menteri Arreaza menyebut upaya kudeta tersebut direncanakan di Washington, kemudian pemerintah AS memberikan instruksi secara terang-terangan kepada seluruh aktor dan pemerintah di dunia agar kudeta tersebut dapat berjalan.

Peristiwa unjuk rasa yang dilakukan Rabu kemarin oleh kelompok oposisi dan pendukung pemerintahan Maduro di negara tersebut menggemparkan dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Guaido, sebagai presiden sementara.

Langkah ini menyebabkan eskalasi paling signifikan dalam perseteruan yang sedang berlangsung antara Washington dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Beberapa saat sebelum pengumuman Trump, Guaido, seorang insinyur industri, mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara di hadapan massa di ibu kota Venezuela, Caracas.

Maduro mengecam keputusan itu, lalu mengumumkan bahwa negaranya memutuskan hubungan diplomatik dengan AS dan memberikan waktu 72 jam bagi para diplomatnya untuk meninggalkan negara itu.

Brazil dan Organisasi Negara-negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya.

Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama dan Paraguay mengikuti jejak itu sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.

Maduro telah berulang kali mengecam AS, dengan mengatakan bahwa Washington mengobarkan perang ekonomi terhadapnya dan pemerintahannya di tengah kampanye sanksi yang luas.

Venezuela diguncang sejumlah aksi protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan solidaritas untuk Maduro pada Kamis pagi setelah AS mengakui Guaido sebagai presiden sementara.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA