Menlu Turki, Iran dan Azerbaijan bertemu di Istanbul

Menteri luar negeri Turki mengatakan tidak ada masalah pada implementasi perjanjian Sochi di Suriah

Menlu Turki, Iran dan Azerbaijan bertemu di Istanbul

ANKARA

Para menteri luar negeri Turki, Iran dan Azerbaijan berkumpul di Istanbul pada Selasa untuk menghadiri pertemuan trilateral mereka yang keenam.

Berbicara pada konferensi pers bersama setelah pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan tidak ada masalah dalam implementasi perjanjian Sochi untuk Idlib, Suriah, yang disepakati oleh Turki dan Rusia bulan lalu.

"Saat ini, tidak ada masalah mengenai implementasi perjanjian ini," katanya.

Dia mengatakan dua jalan di Suriah - satu menghubungkan Aleppo ke Hama dan satu lagi menghubungkan Aleppo ke Latakia - akan dibuka pada akhir tahun ini.

"Semuanya sedang dibangun," kata Cavusoglu.

Dia mengatakan jika kelompok teror atau kelompok radikal di Suriah mencoba melangkahi garis itu, Turki akan menjadi yang pertama melakukan intervensi, sebelum pihak lain.

Cavusoglu menambahkan bahwa selain Turki dan Rusia, Iran adalah negara yang telah mendukung dan berkontribusi paling banyak dalam proses yang mengarah pada kesepakatan Sochi.

Setelah pertemuan pada 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, kedua pihak sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi secara tegas dilarang - di provinsi Idlib Suriah.

Menurut ketentuan dari kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah menetap, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu untuk mencegah munculnya pertempuran baru.

Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.

Berbicara bersama rekan-rekannya dari Turki dan Azerbaijan, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan mereka setuju untuk menggunakan mata uang nasional dalam perdagangan.

"Dengan perjanjian ini, kita akan melindungi hubungan ekonomi kita dari intervensi asing," Zarif menambahkan.

Sementara Menteri Luar Negeri Azerbaijan Elmar Mammadyarov mengatakan ketiga negara memiliki pasar sekitar 170 hingga 180 juta orang.

"Kami pikir ini akan menciptakan peluang yang sangat besar. Oleh karena itu, ketiga negara harus mengembangkan kerja sama yang luas," tambahnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA