Malaysia protes Singapura soal wilayah udara dan laut

Malaysia telah mengusulkan untuk mengadakan pertemuan dengan Singapura untuk membahas wilayah udara dan masalah batas maritim yang luar biasa

Malaysia protes Singapura soal wilayah udara dan laut

JAKARTA

Malaysia mengirim dua nota protes ke Singapura terkait batas wilayah udara dan batas maritim di tengah ketegangan kedua negara, lansir Channelnews Asia pada Kamis.

Kementerian Luar Negeri Malaysia menyampaikan nota protes tersebut dikomunikasikan melalui Komisaris Tinggi Singapura untuk Malaysia.

Nota pertama berkaitan dengan penerbitan Instrument Landing System (ILS) dan ILS Approach Procedures untuk Seletar Airport pada 1 Desember 2018.

"Tindakan sepihak Pemerintah Singapura adalah pelanggaran kedaulatan Malaysia dan merupakan gangguan terhadap wilayah udara kedaulatan Malaysia," kata Kementerian Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah.

Malaysia mengatakan telah mendaftarkan penolakan dan protes keras pemerintah atas publikasi tersebut terhadap Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), yang dikeluarkan tanpa persetujuan pemerintah Malaysia.

Prosedur ILS mengacu pada fasilitas bantuan navigasi bandara yang memberikan panduan vertikal dan horizontal bagi para pilot saat penerbangan turun serta mendekati landasan pacu.

Malaysia sebelumnya memprotes penerbitan ILS oleh Singapura karena dinilai melanggar jalur penerbangan Bandara Seletar dan operasi pelayaran di Pasir Gudang.

Singapura telah menolak klaim Malaysia dan menegaskan ILS sudah dijalankan sesuai prosedur guna membuat peraturan keselamatan lebih jelas dan transparan.

Nota protes kedua terkait isu batas maritim antara Malaysia dan Singapura, termasuk batas Pelabuhan Johor Bahru dan isu-isu terkait.

Malaysia telah mengusulkan untuk mengadakan pertemuan luar biasa dengan Singapura untuk membahas wilayah udara dan masalah batas maritim.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA