Laporan PBB: Daesh berkembang menjadi jaringan rahasia

Sebuah laporan dari sekjen PBB yang didapatkan secara eksklusif oleh Anadolu Agency menyatakan Daesh menjadi ancaman global

Laporan PBB: Daesh berkembang menjadi jaringan rahasia

NEW YORK

Daesh terus menjadi ancaman bagi masyarakat internasional meskipun telah mengubah strategi operasinya menyusul kekalahan militer Daesh di Irak dan Suriah, kata laporan PBB yang diperoleh oleh Anadolu Agency secara eksklusif.

"ISIL secara substansial telah berkembang menjadi jaringan rahasia di Irak, di mana ia memprioritaskan ke operasi tingkat lokal. ISIL berada dalam fase transisi, adaptasi dan konsolidasi, pengorganisasian sel di tingkat provinsi, mereplikasi fungsi kepemimpinan utama," kata laporan milik Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres itu, menggunakan nama lain untuk Daesh.

Menurut laporan tersebut Abu Bakar al-Baghdadi juga tetap mengendalikan kelompok teror itu kendati banyak laporan tentang kematiannya.

Beberapa pejuang Daesh juga meninggalkan Suriah ke Irak, tetapi laporan itu mengatakan beberapa negara mengharapkan cabang Suriah akan berubah menjadi jaringan rahasia, yang mencerminkan cabang yang tetap beroperasi di Irak.

"Satu dokumen yang diperoleh oleh negara anggota menggambarkan tujuan ISIL untuk periode pasca-kekhalifahan, yaitu untuk untuk melemahkan kegiatan stabilisasi dan rekonstruksi, target upaya pembangunan kembali infrastruktur dan secara umum menggagalkan kemajuan ekonomi," katanya.

"Pusat gravitasinya diperkirakan akan tetap di Irak dan Republik Arab Suriah." tambah laporan itu.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa kelompok teror Daesh terus mengendalikan antara 14.000 hingga 18.000 militan di Irak dan Suriah. 

Di Irak saja, dikatakan ada 3.000 pejuang Daesh aktif, dan kelompok teror diperkirakan masih memiliki kendali antara USD50 juta dan USD300 juta.

Laporan itu juga memperingatkan bahwa wanita yang telah deradikalisasi serta "anak di bawah umur yang trauma" yang hidup di bawah pemerintahan Daesh "merupakan ancaman serius".


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA