Kelompok kerja gabungan Turki-AS bertemu di Washington

Pertemuan itu mulanya akan diadakan pada 8 Januari tetapi ditunda karena kunjungan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton ke Ankara

Kelompok kerja gabungan Turki-AS bertemu di Washington

WASHINGTON

Kelompok Kerja Gabungan Turki-Amerika Serikat mengadakan pertemuan terakhirnya di Washington pada Selasa.

Pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Turki Sedat Onal dan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik David Hale itu membicarakan hubungan bilateral Ankara dan Washington, serta urusan regional.

Lewat sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan kedua pejabat itu menegaskan kembali kepentingan strategis hubungan AS-Turki dan berkomitmen untuk menangani masalah bersama sebagai sekutu.

Pertemuan itu mulanya akan diadakan pada 8 Januari tetapi ditunda karena kunjungan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton ke Ankara.

"Setelah pertemuan pleno, pejabat tinggi AS dan Turki bertemu dalam format kelompok kerja untuk membahas kerja sama bilateral di Suriah, kontra-terorisme, masalah pertahanan, peradilan dan konsuler," jelas pernyataan tersebut.

Kementerian juga mengatakan kedua pihak menyatakan tekad mereka untuk terus bekerja sama untuk mencapai kemajuan lebih lanjut di semua bidang ini.

Menyusul kunjungan mantan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Ankara pada Februari 2018, Turki dan AS membentuk mekanisme untuk mengatasi masalah terpisah dalam kelompok kerja, termasuk stabilisasi Kota Manbij di Suriah Utara, dan untuk mencegah bentrokan antara pasukan Turki dan AS.

Pertemuan kelompok kerja pertama berlangsung pada 8 Maret 2018, di mana prinsip-prinsip utama kerja sama potensial antara Turki dan AS dianggap "konstruktif".

Dalam pertemuan tersebut, kelompok kerja membahas sejumlah isu, di antaranya Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik percobaan kudeta 2016 di Turki, masalah visa, dan perjuangan melawan organisasi teror PKK.

*Servet Gunerigok turut berkontribusi dalam laporan ini 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA