Israel prihatin dengan kemenangan Demokrat di Kongres AS

Kemenangan Demokrat di Kongres AS membuat Israel khawatir dengan masa depan kebijakan Washington untuk Timur Tengah

Israel prihatin dengan kemenangan Demokrat di Kongres AS

Anees Suheil Barghouti

YERUSALEM

Kemenangan Partai Demokrat di Parlemen Amerika Serikat (AS) telah menimbulkan kekhawatiran di Israel mengenai posisi AS terhadap Israel maupun konflik Palestina-Israel.

Keprihatinan itu muncul mengingat hubungan Israel dengan pemerintahan AS sebelumnya cukup merenggang.

Mantan duta besar Israel untuk Washington Michael Oren, yang saat ini menjabat sebagai wakil menteri di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada harian Israel Yedioth Ahronoth bahwa kontrol Partai Demokrat di Kongres AS dapat mempercepat rencana perdamaian Timur Tengah yang dijuluki "Kesepakatan Abad Ini".

Menurut Oren, mayoritas anggota Demokrat akan mendorong Trump untuk lebih fokus pada urusan luar negeri, termasuk rencana perdamaiannya yang kontroversial.

Dia menambahkan bahwa Israel harus fokus pada pemulihan kepercayaan Demokrat dan Yahudi liberal di AS, yang terguncang selama kepemimpinan mantan presiden Barrack Obama.

“Israel juga mengkhawatirkan terpilihnya representatif Muslim yang kemungkinan besar akan memposisikan dirinya di seberang Israel,” ujar seorang pejabat Israel seperti dilansir oleh Yedioth Ahronoth.

Berdasarkan hasil survei yang diikuti oleh kalangan anak muda Amerika, mereka cenderung tak mendukung Israel dan menganggap Israel sebagai agresor dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Palestina.

Dari survei itu, separuh pemilih muda AS berpartisipasi dalam pemilu paruh waktu, dan jumlah pemilih yang memenuhi syarat akan meningkat sebesar 22 juta dalam pemilihan presiden dan kongres yang dijadwalkan pada 2020.

Yedioth Ahronoth mengatakan Netanyahu harus bersiap untuk kehilangan teman-teman Republik di Gedung Putih, khususnya karena kandidat Demokrat tidak bergantung pada dukungan Yahudi selama kampanye mereka.

Survei terbaru menunjukkan bahwa 79 persen orang Yahudi Amerika memilih Partai Demokrat dan bahwa Israel tidak mempengaruhi posisi mereka, yang terutama didasarkan pada isu-isu sosial domestik.

Hubungan antara Partai Demokrat dan Israel memanas setelah penandatanganan perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan pemerintahan Obama.

Hal itu juga dipengaruhi oleh keputusan Obama yang memilih abstain – alih-alih menggunakan hak veto – dari resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk kebijakan permukiman Israel.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA