Iran tuding AS bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan di Yaman

Menlu Iran Javad Zarif mengeluarkan cuitan kritik yang ditujukan ke Menlu AS Mike Pompeo

Iran tuding AS bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan di Yaman

ANKARA

Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan di Yaman.

"Apakah Anda tahu itu @SecPompeo? Orang-orang Yaman sendirilah yang bertanggung jawab atas kelaparan yang mereka hadapi. Mereka seharusnya mengizinkan klien-klien algojo Anda - yang menghabiskan miliaran dolar untuk mengebom bus sekolah & jutaan dolar untuk mengurangi risiko ini - untuk memusnahkan mereka dengan sukarela. #HaveYouNoShame," kata Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif lewat Twitter, Kamis.

Pada 30 Oktober, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyerukan diakhirinya konflik di Yaman. 

Lewat sebuah pernyataan, dia mengatakan bahwa serangan rudal dan pesawat tak berawak pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab harus berhenti dan serangan udara oleh koalisi pimpinan Saudi harus dihentikan di seluruh wilayah Yaman.

"Sama seperti Yaman, @SecPompeo menyalahkan Iran atas sanksi AS yang mencegah akses Iran ke layanan keuangan untuk makanan dan obat-obatan. Tentu saja, kami akan menyediakannya bagi rakyat kami terlepas dari upaya AS. Namun AS bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan Iran & Yaman," tambah Zarif.

Yaman yang miskin masih didera kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.

Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya melancarkan kampanye udara di Yaman untuk mengalahkan Houthi.

Dalam beberapa bulan terakhir, pertempuran telah banyak terkonsentrasi di Al-Hudaydah, di mana kedua belah pihak terus memperebutkan pelabuhan strategis yang terletak di antara Laut Merah dan Teluk Aden.

Kekerasan tanpa henti di Yaman telah menghancurkan banyak infrastruktur negara, sehingga mendorong PBB untuk menggambarkan situasi di sana sebagai salah satu "bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA