Iran: AS tak akan dapatkan tujuannya

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan AS berharap gelombang protes akan muncul di Iran

Iran: AS tak akan dapatkan tujuannya

ISTANBUL

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani melontarkan kritikan kepada Amerika Serikat (AS) dalam pidatonya saat menerima kunjungan para gubernur dari provinsi-provinsi Iran bagian barat yakni Kermanshah, Hamadan, Lorestan, Ilam dan Khuzestan, lapor kantor berita Parlemen Iran (ICANA).

Larijani mengungkapkan bahwa AS sedang mencoba untuk memberikan tekanan keras terhadap Iran. “AS berharap muncul pemberontakan oleh rakyat di dalam negeri,” ujar dia.

“Namun hingga kini tujuan AS itu belum tercapai,” lanjut Larijani.

Larijani kemudian membenarkan bahwa tekanan mulai terasa, namun hingga kini AS "tidak bisa merealisasikan ancaman mereka untuk menghentikan semua ekspor minyak Iran".

Ketua Parlemen Iran mencatat bahwa cara melepaskan diri dari tekanan AS bisa dilakukan dengan membuka jalan bagi sektor swasta serta memanfaatkan dinamika internal.

Pada Selasa kemarin, Wakil Presiden Pertama Iran Eshaq Jahangiri mengatakan Presiden AS Donald Trump dan timnya tengah memainkan drama baru untuk Iran, oleh karena itu negaranya harus membuat keputusan dengan hati-hati.

Jahangiri menuturkan bahwa pemerintah harus menjelaskan kondisi negara kepada rakyat dengan penuh ketulusan.

"Kami juga tak ingin membuat khawatir rakyat. Rakyat adalah pemilik utama revolusi dan negara ini,” lanjut dia.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan bahwa pemerintah AS lambat laun akan sadar bahwa kebijakan anti-Iran tidak akan membawa hasil yang diinginkan.

"Pemerintahan Donald Trump akan menyesal mengambil langkah-langkah konyol ini," ujar dia.

"Presiden AS terdahulu mengubah sikap mereka terhadap Iran sejalan dengan waktu. Pemerintahan Trump harus memahami bahwa kebijakan anti-Irannya sia-sia dan karena itu harus diubah," tambah Zarif.

Hanya Israel dan beberapa negara kecil lainnya yang mendukung sanksi AS, yang ditentang oleh sebagian besar komunitas internasional.

Zarif juga mengatakan rakyat Iran - bukan pemerintah - yang akan menanggung beban sanksi, meskipun pemerintah telah melakukan upaya intens untuk mengurangi dampak sanksi.

"Saya meyakinkan rakyat bahwa seluruh upaya yang diperlukan telah dilakukan, baik di Dewan Menteri maupun institusi terkait lainnya," kata dia lagi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA