Intelejen AS Awasi 100 Ribu Warga Asing di Seluruh Dunia

Sejumlah pejabat senior Amerika Serikat menyebut Badan Keamanan Nasional (NSA) tengah melakukan pengawasan terhadap 100 ribu warga asing di luar negeri. Operasi ini dilakukan dibawah payung Undang Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA) ayat 702. Atur

Intelejen AS Awasi 100 Ribu Warga Asing di Seluruh Dunia

AMERIKA SERIKAT, FOKUSJabar.com : Sejumlah pejabat senior Amerika Serikat menyebut Badan Keamanan Nasional (NSA) tengah melakukan pengawasan terhadap 100 ribu warga asing di luar negeri. Operasi ini dilakukan dibawah payung Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA) ayat 702. Aturan yang diadopsi pada 2008 lalu itu mengizinkan NSA secara legal melacak surat elektronik hingga sambungan telepon pribadi seorang individu asing selain warga AS. "Pemantauan ini jelas merupakan masalah utama komunitas intelijen. Ini adalah salah satu prioritas utama kami tahun ini," kata Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats, Seperti dilanisr CNN, Rabu (27/9/2017) Meski UU kontroversial ini hanya untuk warga asing, komunitas intelijen AS masih kerap mengawasi dokumen pribadi warga negaranya sendiri. Sejumlah pejabat intelijen senior AS berdalih, Section 702 membantu pihak berwenang melindungi Negeri Paman Sam dari terorisme, proliferasi senjata, hingga spionase asing. "Section 702 yang diadopsi pada 2008 layaknya 'pengubah permainan'. Karena sejak itu, Section 702 memberi fleksibilitas dan kegesitan bagi NSA untuk bertarung melawan ancaman teror," ujar seorang analis NSA. Meski begitu, Section 702 masih memicu perdebatan bahkan dalam pemerintahan AS sendiri. Senator Partai Demokrat dari Oregon, Ron Wyden menganggap Section 702 ini mengancam privasi dan kebebasan warga AS. Ia mendesak perlindungan hak privasi yang lebih baik lagi bagi masyarakat. (Agung/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA