Inggris desak Suu Kyi selidiki pengadilan dua wartawan Reuters

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menyatakan khawatir atas nasib wartawan Reuters

Inggris desak Suu Kyi selidiki pengadilan dua wartawan Reuters

JAKARTA

Inggris pada Jumat meminta pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyelidiki proses pengadilan terhadap dua wartawan Reuters.

"Kami sangat khawatir tentang proses hukum dalam kasus ini," Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt kepada radio BBC.

Hunt juga mendesak Aung San Suu Kyi untuk menaruh perhatian kepada nasib dua wartawan Reuters setelah pengajuan bandingnya ditolak.

“Sebagai seseorang yang memperjuangkan demokrasi di Burma, dia harus menaruh minat pribadi pada masa depan kedua jurnalis pemberani ini," ujar Hunt.

Pengadilan Myanmar pada Jumat menolak banding dua wartawan Reuters yang dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi.

Pengadilan Myanmar mengatakan banding dua wartawan itu tidak memberikan bukti cukup untuk menunjukkan mereka tidak bersalah.

"Itu adalah hukuman yang sesuai," kata Hakim Pengadilan Tinggi Aung Naing.

Pemimpin Redaksi Reuters Stephen J. Adler mengatakan putusan ini adalah bentuk ketidakadilan terhadap dua wartawannya, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.

“Mereka tetap berada di balik jeruji besi karena satu alasan: mereka yang berkuasa berusaha membungkam kebenaran,” kata Adler dalam sebuah pernyataan seperi dilansir Reuters.

Adler menegaskan peliputan jurnalistik bukan merupakan kejahatan dan sampai Myanmar mengakui kesalahannya, pers di Myanmar tidak akan bebas.

“Komitmen Myanmar terhadap supremasi hukum dan demokrasi masih diragukan," ujar Adler.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA