Erdogan enggan temui Penasihat Keamanan AS John Bolton

Bolton mengklaim bahwa Turki "menargetkan Kurdi" di Suriah

Erdogan enggan temui Penasihat Keamanan AS John Bolton

ANKARA

Presiden Turki menegaskan bahwa jika penasihat keamanan nasional Amerika Serikat ingin berbicara dengan seorang pejabat Turki, maka dia harus mendapat izin dari juru bicara kepresidenan.

Recep Tayyip Erdogan menolak bertemu dengan John Bolton setelah Bolton mengklaim bahwa Turki "menargetkan Kurdi" di Suriah. Klaim yang kemudian dibantah tegas oleh Ankara.

"Jika pertemuan dengan Bolton perlu, maka kami bisa saja mengiyakan," kata dia, yang beralasan bahwa "jadwalnya padat" sehingga tak memungkinkan untuk bertemu dengan Bolton.

Erdogan menambahkan bahwa dia dapat berbicara dengan Presiden AS Donald Trump kapan saja.

Pada Minggu, Bolton mengatakan AS tidak akan menarik pasukan dari timur laut Suriah sampai pemerintah Turki menjamin tidak akan menyerang "pejuang Kurdi," yang merujuk pada kelompok teroris PKK / YPG.

Pejabat Turki pun menolak penggabungan etnis Kurdi dengan teroris YPG / PKK, dengan mengatakan PKK / YPG meneror orang Kurdi Suriah, Arab, dan Turkmen.

Dalam kampanye teror selama 30 tahun, serangan PKK telah merenggut sekitar 40.000 jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

Turki mengatakan pihaknya merencanakan operasi kontrateroris ke Suriah yang menargetkan PKK / YPG, menyusul keberhasilan dua operasi sebelumnya sejak tahun 2016.

Turki sejak lama mengkritik AS yang bekerja sama dengan teroris PKK / YPG untuk memerangi Daesh di Suriah, karena menggunakan satu kelompok teror untuk melawan yang lainnya tidak masuk akal.

Sejak tiba di Turki pada Senin, Bolton sudah menemui Kalin dan Kepala Staf Jenderal Turki Jenderal Yasar Guler.

Pada Minggu, Kalin menyebut klaim Bolton "tidak rasional" karena Turki memerangi teroris Daesh dan PKK / PYD / YPG. 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA