Dukung Hakeem al-Araibi, Australia tolak bertanding di Thailand

Australia dijadwalkan menjalani laga persahabatan melawan China di Bangkok

Dukung Hakeem al-Araibi, Australia tolak bertanding di Thailand

JAKARTA

Tim sepak bola Australia pada Rabu menolak bertanding di Thailand sebagai solidaritas terhadap pemain sepak bola asal Bahrain Hakeem al-Araibi yang ditahan di Bangkok, lansir Bangkok Post.

Keputusan itu langsung diumumkan oleh Badan Sepak Bola Australia (FFA) dalam laman resminya.

"Tim-tim nasional Australia bersatu dalam dukungan mereka untuk Hakeem dan kami menyerukan kepada masyarakat untuk terus berkampanye untuk pembebasannya," ujar pelatih tim Graham Arnold lewat pernyataan FFA.

Dalam pernyataan resminya, FFA mengatakan telah berkonsultasi dengan pelatih Arnold dan dengan para pemain sebelum mengumumkan pembatalan.

Australia dijadwalkan menjalani laga persahabatan melawan China di Bangkok.

Kedua tim sedang bersaing untuk mendapatkan tiket ke Piala Asia U-23.

"Tahun lalu, Tim Nasional Australia memiliki rencana awal untuk bermain melawan China di Bangkok sebagai bagian dari persiapan penting kami dalam kualifikasi Piala AFC U-23 2020 yang akan diadakan di Kamboja pada Maret,” terang FFA.

Namun, FFA mengurungkan niat itu setelah Thailand menahan Hakeem yang kini telah menjadi warga negara Australia.

"Kami sedang menyusun ulang kamp pra turnamen kami di negara Asia lainnya,” kata FFA.

Pengadilan Thailand pada Senin sepakat memperpanjang penahanan pesepak bola Bahrain Hakeem yang menghadapi tuntutan deportasi.

Pengadilan memberi waktu pengacara sampai 5 April untuk menyerahkan dokumen penolakan ekstradisi dan menetapkan 22 April untuk pemeriksaan pendahuluan terhadap saksi dan bukti, kata Nadthasiri Bergman, kuasa hukum Hakeem.

Wartawan, aktivis, dan pejabat serta diplomat dari 13 negara, termasuk duta besar Australia untuk Thailand Allan McKinnon, ikut menyambut kehadiran Hakeem di pengadilan.

"Jangan kirim saya ke Bahrain," kata pesepak bola itu, yang mengatakan menghadapi penganiayaan dan penyiksaan jika dideportasi ke Bahrain.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah mendesak Thailand untuk menghentikan ekstradisi Hakeem ke Bahrain.

Dalam sebuah surat kepada Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, Morrison menekankan bahwa kasus Hakeem adalah masalah penting baginya secara pribadi, Pemerintah Australia, dan masyarakat Australia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA