AS ambil ‘langkah lebih lanjut’ di Manbij hingga akhir 2018

‘Proses Astana terus berlanjut, kami tidak memiliki masalah dengan itu,’ ujar Utusan Khusus AS untuk Suriah

AS ambil ‘langkah lebih lanjut’ di Manbij hingga akhir 2018

Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Suriah mengatakan negaranya akan mengambil "langkah lebih lanjut" mengenai peta jalan (roadmap) Manbij di Suriah. Langkah ini akan selesai pada akhir 2018.

Usai menghadiri Pertemuan Kelompok Kerja Tingkat Tinggi Turki-AS tentang Suriah di Ankara, Utusan AS untuk Suriah James Jeffrey mengatakan kepada wartawan bahwa peta jalan Manbij membutuhkan serangkaian langkah.

"Komitmen Amerika Serikat berasal dari anggota PYD dan YPG, yang berada di Manbij, untuk pergi dan dewan lokal serta personel militer setempat tidak memasukkan anggota dari organisasi itu”.

“Jadi kami akan mengambil sejumlah langkah lagi untuk memastikan bahwa kriteria itu terpenuhi sesegera mungkin. Beberapa langkah itu akan selesai pada akhir Desember,” kata Jeffrey.

Pasukan Turki dan AS memulai patroli gabungan di Manbij pada 1 November sebagai bagian dari kesepakatan yang fokus pada penarikan kelompok teroris YPG/PKK dari Manbij untuk menstabilkan wilayah tersebut.

Mengacu pada langkah AS yang menempatkan pos pengamatan di sepanjang perbatasan Turki di Suriah utara, Jeffrey mengatakan hal ini untuk "mencegah" serangan.

Jeffrey mengatakan itu bukan lah pos tempur, melainkan pos pengamatan.

“Mereka di sana bukan untuk menghentikan siapa pun dari penembakan.. Mereka harus mencari tahu apa yang terjadi di sana dengan pemikiran jika kita mampu mengamati suatu area, mungkin akan lebih sedikit penembakan di area tersebut,” kata dia.

Ketika ditanyai terkait proses perdamaian Astana untuk mengakhiri konflik di Suriah, yang oleh Jeffrey sebelumnya disebut sebagai kegagalan, dia mengatakan tidak memiliki masalah dengan itu.

“Proses Astana terus berlanjut, kami tidak memiliki masalah dengan itu, apa pun yang bisa mengurangi resiko situasi militer, tidak ada masalah,” kata Jeffrey.

Turki telah berulang kali menyatakan keberatan atas dukungan AS untuk kelompok teroris PKK/PYD sebagai “sekutu yang dapat diandalkan” di Suriah, termasuk memasok senjata dan peralatan.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, kelompok PKK -yang terdaftar sebagai organisasi teroris bagi Turki, AS, dan Uni Eropa- bertanggung jawab atas kematian sekitar 40 ribu orang, termasuk wanita dan anak-anak. Sementara YPG merupakan cabang PKK di Suriah.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA