Aliran modal asing terus masuk ke Indonesia

Secara year to date atau sejak awal tahun hingga tanggal 7 Februari, aliran modal asing yang masuk mencapai Rp49,6 triliun

Aliran modal asing terus masuk ke Indonesia

JAKARTA

Bank Indonesia (BI) menyatakan aliran modal asing terus masuk ke Indonesia seiring dengan kepercayaan investor dalam dan luar negeri serta perkembangan pasar keuangan yang cukup kuat.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan secara year to date atau sejak awal tahun hingga tanggal 7 Februari, aliran modal asing yang masuk mencapai Rp49,6 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp32,4 triliun masuk dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN), Rp15,1 triliun masuk melalui saham, dan Rp2 triliun masuk melalui Sertifikat BI (SBI).

“Masuknya modal asing juga menunjukkan faktor pergerakan nilai tukar kita yang cukup baik dan bahkan menguat,” ujar dia seusai shalat Jumat di Jakarta.

Perry mengatakan aliran modal asing akan terus masuk dengan jumlah yang terus meningkat. Dia menjabarkan modal asing yang masuk melalui Penanaman Modal Asing (PMA) akan terus naik.

“Ini karena kebijakan pemerintah sangat pro untuk menarik PMA untuk infrastruktur, mendorong ekspor, dan kurangi impor dalam konteks industri 4.0,” imbuh Perry.

Menurut dia, pemerintah juga terus mendorong PMA melalui berbagai paket kebijakan, tax holiday, dan deregulasi untuk sektor UMKM, industri, dan pariwisata.

Kemudian Perry menambahkan jenis aliran modal asing lain melalui investasi portofolio saham dan obligasi pemerintah dan korporasi juga akan terus masuk.

Menurut dia, aliran modal asing melalui saham terus meningkat karena prospek ekonomi meningkat sehingga banyak perusahaan mencatatkan laba sehingga menarik aliran modal asing ke saham yang terrefleksi dalam indeks saham yang terus meningkat.

Perry juga mengatakan selain saham, aliran modal asing yang masuk melalui obligasi pemerintah dan korporasi sangat tergantung pada selisih bunga setelah memperhatikan premi risiko.

“Premi risiko kita membaik setelah tahun lalu tidak terlau bagus karena memang kondisi global memburuk, makanya aliran modal asing terbatas,” jelas dia.

Perry menambahkan modal asing akan terus masuk apabila suku bunga sudah sangat menarik dengan adanya kenaikan suku bunga BI rate seperti saat ini, kemudian suku bunga SBN maupun yield obligasi korporasi juga kian menarik.

“Ke depan jumlah modal asing yang masuk akan lebih tinggi karena selisih suku bunga menarik investor asing untuk masuk,” tambah Perry.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA