AJI: Berita perempuan di media massa masih bernuansa negatif

Mayoritas berita berupa perempuan sebagai korban, sedang berita soal prestasi lebih sedikit

AJI: Berita perempuan di media massa masih bernuansa negatif

JAKARTA

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengungkapkan bahwa pemberitaan soal perempuan di media massa masih didominasi oleh berita-berita bernuansa negatif.

Staf Divisi Perempuan AJI Indonesia Nani Afrida mengatakan pemberitaan soal perempuan di media lebih banyak didominasi oleh berita perempuan sebagai korban kekerasan.

“Sedang pemberitaan soal perempuan berprestasi itu lebih sedikit,” ujar Nani, Rabu, di Jakarta.

Selain perempuan sebagai korban, kata Nani, pemberitaan soal perempuan di media banyak berupa gosip.

“Berita-berita yang penting malah dilewatkan, karena dianggap kurang keren,” ujar Nani.

Padahal ada banyak isu lain terkait perempuan yang lebih bermanfaat, menurut Nani.

Misalnya, berita seputar kebijakan yang berpengaruh bagi perempuan, kata Nani.

Nani juga menekankan pentingnya jurnalis memprioritaskan narasumber perempuan.

Nani mengatakan ada banyak hal yang bisa jurnalis perempuan lakukan untuk meningkatkan emansipasi jender.

Di antaranya, lanjut Nani, membentuk serikat pekerja, bekerja sama sesama jurnalis perempuan dan memperkuat keterampilan.

“Mengubah stigma stereotip untuk jurnalis perempuan bisa dimulai dari newsroom dan kalangan kita lebih dulu,” ujar Nani.

Jurnalis perempuan menghadapi tantangan yang lebih banyak ketimbang laki-laki, ungkap Nani.

Survey yang dilakukan oleh International Federation Journalist (IFJ) mengungkapkan bahwa 66 persen jurnalis perempuan di dunia mengalami pelecehan.

Dari jumlah itu, hanya 13 persennya yang berhasil dibawa ke pengadilan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA