150 warga Pakistan ditangkap karena terbangkan layang-layang

Larangan menerbangkan layang-layang berlaku sejak 2007, setelah festival layang-layang di Provinsi Punjab menelan ratusan korban jiwa, yang kebanyakan anak-anak

150 warga Pakistan ditangkap karena terbangkan layang-layang

KARACHI, Pakistan

Polisi menangkap lebih dari 150 orang, sebagian besar pemuda, karena melanggar larangan menerbangkan layang-layang di timur laut Provinsi Punjab, Pakistan.

Sebagian besar penangkapan dilakukan di Lahore, kota terbesar kedua dan pusat kebudayaan di negara itu.

Pada Desember, pemerintah provinsi mengumumkan pencabutan larangan untuk Basant atau festival layang-layang. Namun, larangan kembali diberlakukan setelah adanya tekanan dari publik dan media.

Kepolisian Lahore juga telah memperingatkan warga agar tidak menerbangkan layang-layang.

Larangan festival layang-layang untuk menyambut musim semi - yang biasanya dirayakan di Provinsi Punjab India dan Pakistan - berlaku sejak tahun 2007, setelah menelan ratusan korban jiwa, yang kebanyakan adalah anak-anak.

Terlepas dari larangan, penangkapan, dan berbagai insiden selama 11 tahun terakhir, pihak berwenang kewalahan menghentikan aktivitas penerbangan karena komunitas pencinta layang-layang, terutama anak muda, bersikeras merayakan festival.

Basant adalah aktivitas populer di zaman kepemimpinan mantan presiden Pervez Musharraf, yang menjadikannya acara internasional pada 2004 - 2008.

Berkat festival itu, Lahore pun dikenal sebagai pusat kebudayaan dan mendorong warganya berlomba-lomba menyewakan atap rumah mereka untuk digunakan selama festival.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA