Raja Salman Bangun 850 Masjid di Indonesia

Raja Salman Arab Saudi melalui Yayasan Makkah Al Mukaramah perwakilan Indonesia sudah membangun 850 masjid selama kurun waktu 12 tahun di Indonesia. Kini yayasan tersebut kembali memberi bantuan berupa pembangunan mesjid, di depan kampus STIE Penguji

Raja Salman Bangun 850 Masjid di Indonesia

SUKABUMI, FOKUSJabar.com: Raja Salman Arab Saudi melalui Yayasan Makkah Al-Mukaramah perwakilan Indonesia sudah membangun 850 masjid selama kurun waktu 12 tahun di Indonesia. Kini yayasan tersebut kembali memberi bantuan berupa pembangunan mesjid,  di depan kampus STIE Penguji Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi. Peletakan batu pertama dilaksanakan Senin,(23/2/2015). [caption id="attachment_116235" align="aligncenter" width="638"] Berfoto bersama usai peletakan batu pertama pembangun mesjid depan kampus STIE Penguji Kota Sukabumi (Foto: Mochamad Satiri)[/caption] “ Ini sebagai bentuk persaudaraan kepada masyarakat Indonesia, dan bersykur masyarakat Indonesia dapat merespon dengan baik,” ujar Syeikh Syarif Hasan melalui penerjemah bahasa, usai peletakan batu pertama. Dijelaskannya pula, yayasan sosial ini di bawah naungan Raja Salman di Arab Saudi juga bergerak tidak hanya di Indonesia tetapi sejumlah negera lain, seperti Sudan. Selain membangun Masjid juga memberikan pembinaan bagi anak yatim piatu. Tidak hanya pembangunan mesjid yang dibantunya, kegiatan sosial lain Hewan Kurban, Buka Puasa Bersama dan pembinaan anak yatim sebanyak 20 ribu orang diseluruh Indonesia, “Saat ini baru 200 orang di Jakarta, kedepan program ini berkelanjutan,” aku dia. “ Dari rencana 20 mesjid untuk wilayah Sukabumi baru 14 yang dibangun sedangkan sisanya akhir tahun ini dapat selesai,” Ungkap Asep Burhanudin, Perwakilan di Indonesia di Sukabumi . Sementara menurut Asda II Pemkot Sukabumi Kostaman mengatakan, “ Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan dari luar negeri untuk pembangunan mesjid, “ Ucapnya. Saat ini Pemkot Sukabumi baru memilki 350  Mesjid yang tersebar disemua wilayah  sedangkan jumlah penduduk mencapai 350 ribu tentunya masih kurang, ditambah masih banyak mesjid yang belum layak. Tuturnya. “ Yang penting jangan adanya bantuan dari Luar Negeri menjadi gesek – gesekan, harus benar – benar menjalin persaudaraan,” tegasnya. (Mochamad Satiri/DEN)  

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA