Empat Kelurahan di Kota Sukabumi Menjadi Kawasan RTBL

Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan empat lokasi Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Penetapan tersebut sesuai dengan Kawasan Strategis Kota (KSK) yang diatur dalam Perda Kota Sukabumi No 11 tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTR

Empat Kelurahan di Kota Sukabumi Menjadi Kawasan RTBL

Oleh: Mochamad Satiri SUKABUMI, FOKUSJabar.com: Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan empat lokasi Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Penetapan tersebut sesuai dengan Kawasan Strategis Kota (KSK) yang diatur dalam Perda Kota Sukabumi No 11 tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Sukabumi. Empat kawasan tersebut yakni, RTBL Jalan Lingkar Selatan, RTBL pusat kota yang meliputi Kelurahan Gunung Parang dan Kelurahan Cikole. Kemudian RTBL Gedongpanjang, RTBL Cibeureum yang meliputi Kelurahan Babakan dan Kelurahan Limusnunggal. Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan Pemabanungan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Susiyana mengatakan, RTBL merupakan perencanaan detail suatu kawasan yang mengacu pada RTRW. RTBL tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) RI. “RTBL sifatnya lebih mikro dari RTRW,”ujarnya usai Rapat Koordinasi Awal Kegiatan Penyusunan RTBL di Balaikota Sukabumi, Selasa (18/6). Dia menjelaskan, RTBL mengatur tentang penataan kota secara detail yang di antaranya menyangkut kepadatan dan bentuk bangunan. Jumlah bangunan dalam suatu kawasan diatur sesuai dengan batas ketentuan. Selain itu, juga mengatur tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam suatu kawasan. “ Jadi, dalam RTBL diatur ketinggian bangunan, pedestrian dan luas RTH,” katanya. Pelaksanaan program tersebut, kata Susiyana, Kementerian PU dibantu tim tenaga ahli konsultan untuk  survey sesuai dengan laporan pendahuluan. Masing-masing KSK ditangani satu konsultan. Survey dimaksudkan untuk mengindentifikasi titik yang menjadi percontohan pembangunan kosntruksi. “Anggaran dari Kemen PU dan yang melaksanakan konsultan dari Kemen PU. Pemkot Sukabumi hanya memfasilitasi saja,” jelasnya. Diungkapkan, syarat suatu daerah yang ditetapkan sebagai RTBL yakni adanya KSK. Sesuai dengan Perda RTRW ada tiga KSK di Kota Sukabumi, yakni pusat kota, jalan lingkar dan Cibeureum. Pusat kota dan Jalan Lingkar ditetapkan sebagai pusat pedagangan dan jasa, sedangkan Cibereum untuk pusat sosial dan budaya. “Jadi konsultan hanya berkutat di KSK itu saja,”jelasnya. Setelah laporan pendahuluan, kata dia, selanjutnya dilakukan peninjauan lapangan. Pada pelaksanaannya, konsultan akan didampingi lurah dan camat masing-masing kawasan. Kepala Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman (Kadis Tarumkim) Kota Sukabumi Rudi Juansyah mengatakan, fungsinya RTBL untuk memudahkan pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat dalam membangun bangunan. Selain itu, juga memudahkan perizinan bangunan. “Jadi, kalau mau membangun tinggal memilih sesuai dengan kawasan. RTBL ini nanti akan diperwalkan,” katanya. Rudi memastikan, dengan diberlakukannya RTBL, maka penataan akan lebih baik karena diatur sesaui dengan kawasan. Kota lebih rapih dan indah dan tidak semrawut karena pembangunan yang tidak terencana dengan baik. “RTBL juga memudahkan perizinannya karena berada dalam satu kawasan. Kalau ada yang tidak sesuai, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) bisa lebih cepat bertindak,” katanya. Dengan diberlakukannya kawasan tersebut, kata Rudi, maka tidak ada lagi pembangunan di luar yang telah ditentukan. Untuk itu, pembagunan pisik mengikuti aturan sesuai dengan kawasan. “Bangunan yang sudah ada yang masih ditoleransi, tapi selanjutnya harus sesuai dengan RTBL. Kalau tidak, akan ditindak,”katanya.(adr)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA