Dua Tersangka Penjual Bakso Celeng di Sukabumi Diciduk

Pasca terungkapnya pabrik Bakso menggunakan bahan dari daging babi hutan (Celeng) di Kampung Cikeong RT02 RW02, Kelurahan Jayamekar, Baros, Kota Sukabumi, Selasa (24 3 2015) lalu, dua tersangka berinisial YD dan AD diamankan Polres Sukabumi. caption

Dua Tersangka Penjual Bakso Celeng di Sukabumi Diciduk

FOKUSJabar.com: Pasca terungkapnya pabrik Bakso menggunakan bahan dari daging babi hutan (Celeng) di Kampung Cikeong RT02/RW02, Kelurahan Jayamekar, Baros, Kota Sukabumi, Selasa (24/3/2015) lalu, dua tersangka berinisial YD dan AD diamankan Polres Sukabumi. [caption id="attachment_116957" align="aligncenter" width="638"] Dua tersangka YD dan AD kakak beradik yang menjadi tersangka kasus penjual Bakso daging celeng[/caption] Setelah dilakukan penyelidikan selama 6 bulan, petugas kepolisian terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Alhasil 2 tersangka  ditagkap karena terbukti menjual berupa daging celeng dan mengolahnya menjadi bakso yang dijual di beberapa kios bakso. "Dari keterangan tersangka, bahwa daging celeng didapat dari luar Jawa dan dari pemburu babi," jelas Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Diki Budiman di Mapolresta Sukabumi, Jumat (27/3/2015). Setelah mendapatkan daging babi, kedua tersangka menjualnya kepada SN untuk kemudian diolah dan jual ke pasar dan penjual bakso. Selain mengamankan tersangka, polisi pun mengamankan barang bukti berupa 90 kilogram daging babi dan 27 kilogram yang sudah jadi bakso. Kepada polisi, tersangka mengaku bisa menjual hingga 50 kilogram per hari. Saat ini kedua tersangka ditahan di Mapolresta Sukabumi. Mereka dijerat pasal 75 Ayat (1) JO Pasal 136 UU RI No 18 Tahun 2012 tentang pangan Subsidair pasal 8 Jo pasal 62 UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman kurungan lima tahun.  (Mochamad Satiri/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA