80 Persen Rumah di Sukabumi Teraliri Listrik

Berdasarkan rasio elektrifikasi atau tingkat mengakses aliran listrik rumah tangga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah mencapai 80 . Artinya, tinggal segelintir saja rumah tangga di wilayah terluas di Pulau Jawa dan Bali itu yang belum teraliri list

80 Persen Rumah di Sukabumi Teraliri Listrik

SUKABUMI, FOKUSJabar.com: Berdasarkan rasio elektrifikasi atau tingkat mengakses aliran listrik rumah tangga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah mencapai 80%. Artinya, tinggal segelintir saja rumah tangga di wilayah terluas di Pulau Jawa dan Bali itu yang belum teraliri listrik. [caption id="attachment_116749" align="aligncenter" width="638"] (Foto: Mochamad Satiri/)[/caption] Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Sukabumi Adi Purnomo, di ruangannya Kamis (26/3/2015). Jika berbicara konteks desa, hampir seluruhnya yang berjumlah 386 sudah teraliri listrik. Hanya saja, dalam konteks rasio elektrifikasi ke tingkat kampung dan rumah tangga, belum seluruhnya bisa mendapatkan akses. "Hasil hitung-hitungan rasio elektrifikasi dengan melihat rumah tangga, di Kabupaten Sukabumi sudah mencapai sekitar 80% lebih. Ya, hanya tinggal belasan persen saja rumah tangga yang belum teraliri listrik," ujar Adi. Akses sambungan listrik ke rumah tangga tak hanya mengandalkan dari PT PLN saja. Pemerintah pun sudah mensubsidi agar warga bisa mengakses aliran listrik. Subsidi dari pemerintah itu agar masyarakat bisa menikmati listrik hingga ke pelosok. Pemerintah Provinsi Jabar pun ikut memfasilitasi akses aliran listrik kepada masyarakat. Adi menargetkan pada 2020 seluruh rumah tangga di Kabupaten Sukabumi bisa teraliri listrik. Hanya saja butuh komitmen dan konsitensi dalam perencanaan dan penganggarannya. Pemkab Sukabumi juga saat ini sedang mengembangkan energi-energi terbarukan untuk mengatasi kurangnya pasokan listrik ke masyarakat. Satu di antaranya mengembangkan potensi pembangkit listrik tenaga angin, di Kecamatan Ciemas, Simpenan, dan Waluran. (Mochamad Satiri/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA