Tentara Filipina bentrok dengan ratusan milisi Abu Sayyaf

Komando Mindanao Barat militer mengatakan sejauh ini belum ada korban dari pihak pemerintah

Tentara Filipina bentrok dengan ratusan milisi Abu Sayyaf

JAKARTA

Tentara Filipina pada Sabtu bentrok dengan ratusan milisi Abu Sayyaf di Patikul, Sulu yang melibatkan seorang tersangka dalam bom gereja, lansir ABS CBN News. 

Peperangan itu terjadi di wilayah Takas antara antara Filipina dengan 100 anggota Abu Sayyaf di bawah pimpinan Hajan Sawadjaan, ujar pejabat militer kepada wartawan.

Sawadjaan adalah seorang pemimpin Abu Sayyaf yang diyakini terlibat dalam pemboman di Gereja Jolo pada 27 Januari lalu.

Komando Mindanao Barat militer mengatakan sejauh ini belum ada korban dari pihak pemerintah.

Pertemuan itu terjadi di tengah penyelidikan seputar kemungkinan keterlibatan pelaku bom bunuh diri asal Indonesia yang dibantu  kelompok Abu Sayyaf.

Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo sebelumnya mengatakan pembom bunuh diri asal Indonesia berada di balik ledakan ganda terhadap gereja di Jolo, Sulu.

Militer Filipina juga membenarkan bahwa pelaku bom bunuh diri berada di balik serangan bom yang menewaskan 22 orang dan sedikitnya 100 orang terluka.

Ano mengatakan pelaku bom bunuh diri asal Indonesia itu adalah pasangan suami istri yang memiliki hubungan dengan Daesh. 

“Yang benar-benar bertanggung jawab adalah pembom bunuh diri Indonesia. Tetapi Abu Sayyaf yang membimbing mereka, mempelajari target, melakukan pengintaian, pengawasan, dan membawa pasangan itu ke gereja,” ujar Ano.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan masih menunggu hasil identifikasi pelaku bom bunuh diri gereja di Filipina.

"Kita mendengar kabar pelakunya warga Indonesia, dari kemarin saya sudah berkomunikasi dengan otoritas Filipina namun sampai pagi ini belum terkonfirmasi hasil identifikasinya," kata Menteri Retno di Padang pada Sabtu.

Menurut Menteri Retno, saat ini proses investigasi dan identifikasi masih berlangsung dari pemerintah Filipina.

"Hari ini saya masih akan terus melanjutkan komunikasi dengan otoritas Filipina untuk memastikannya," ujar Menteri Retno.

Setidaknya 22 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil dan aparat keamanan terluka akibat bom ganda yang meledak di Gereja Jolo, Sulu pada Minggu.

Bom pertama meledak di dalam gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 8.45 waktu setempat.

Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berusaha mengatasi ledakan bom pertama.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA