SingPost kurangi beban kerja karyawan untuk tingkatkan layanan

Beban kerja tukang pos di Singapura melonjak setelah booming e-commerce

SingPost kurangi beban kerja karyawan untuk tingkatkan layanan

SINGAPURA

Perusahaan pos Singapore Post (SingPost) Kamis mengumumkan akan mengurangi beban para “Pak Pos” yang telah meningkat secara signifikan karena meningkatnya e-commerce dan ongkos kirim yang lebih murah, seperti dilansir Channel News Asia.

Menurut pernyataan resmi perusahaan tersebut, ini adalah langkah untuk meningkatkan standar layanan menyusul dengan kegagalan servis perusahaan baru-baru ini.

Sebelumnya, Singpost dijatuhi denda sebesar SGD100.000 oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA) pada Kamis karena gagal mengirimkan surat tepat waktu pada 2017.

Setiap hari, seorang “Pak Pos” di Singapura melakukan 50 hingga 60 pengiriman selama lonjakan musiman e-commerce selama beberapa bulan terakhir.

SingPost mengatakan jumlah pengiriman paket yang dilakukan ke depan pintu sekarang melebihi pengiriman surat ke kotak surat.

Perusahaan akan bekerja dengan badan-badan pemerintah dan Serikat Pekerja Telekomunikasi Singapura (UTES) untuk meningkatkan keterampilan pekerja posnya untuk memastikan mereka akan diperlengkapi untuk menangani lonjakan e-commerce, kata pernyataan itu.

“Seratus lagi tukang pos akan dipekerjakan, sementara 35 pengemudi pengirim surat akan diperkerjakan kembali sebagai tukang pos penuh waktu,” SingPost mengonfirmasi

Ini juga akan menambah jumlah counter dan staf khusus di kantor pos untuk pengumpulan paket.

Langkah-langkah lain termasuk meningkatkan remunerasi tukang pos dengan insentif jika berhasil mengirimkan barang ke depan pintu, serta meningkatkan pengiriman surat dengan mengurangi bisnis surat non-inti seperti surat iklan.

CEO SingPost Paul Coutts mengatakan langkah-langkah baru akan memberikan "peningkatan kualitas layanan selama tiga hingga enam bulan ke depan".

"Ini adalah langkah pertama yang saat ini diambil untuk mengatasi titik sakit langsung pelanggan kami dan untuk membangun kembali kepercayaan yang telah hilang," tambahnya.

SingPost baru-baru ini dianggap memperburuk layanan selama periode November hingga Desember oleh para pelanggannya.

Berbagai keluhan muncul di media sosial tentang layanan di bawah standar termasuk surat yang tidak terkirim dan tanda tangan palsu untuk paket.

Seorang tukang pos ditangkap bulan lalu menyusul laporan surat-surat yang diduga dibuang di tempat sampah.

Tahun lalu, seorang tukang pos SingPost dipecat setelah dia membuang kembali surat dan mengirim surat ke sebuah kondominium.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA