Putaran ke-2 jajak pendapat otonomi Muslim Filipina sudah dekat

Tahap kedua plebisit bersejarah tentang Hukum Organik Bangsamoro (BOL) akan diadakan pada Rabu

Putaran ke-2 jajak pendapat otonomi Muslim Filipina sudah dekat

ANKARA

Putaran kedua plebisit yang memberikan Bangsamoro Filipina otonomi komprehensif yang ditunggu-tunggu akan berlangsung pada Rabu untuk perluasannya.

Bangsamoro adalah istilah kolektif untuk Muslim Filipina yang tinggal di sebuah pulau dan kepulauan di selatan Filipina.

Kebebasan umat Islam di wilayah itu selama berabad-abad telah diambil oleh Spanyol, yang menduduki dan mulai mengkristenkan Filipina pada abad ke-16.

Setelah kekalahan Spanyol di tangan Amerika pada tahun 1898, Moro diinvasi AS.

Orang-orang Bangsamoro, yang sudah dirampas kebebasannya selama kependudukan AS, juga menghadapi masa-masa sulit karena kebijakan pemukiman Kristen dari pemerintah Manila, ketika akhirnya Filipina yang mayoritas penduduknya beragama Kristen mengelola negara tersebut mulai 1946.

Sejak itu banyak pembicaraan diadakan antara pemerintah Filipina dan kelompok-kelompok Muslim, namun mereka gagal mendapatkan titik temu.

Kondisi tersebut telah berubah ketika Rodrigo Duterte menjadi presiden Filipina pada tahun 2016.

Duterte mempercepat proses yang dimulai pada 2012, ketika Presiden Benigno Aquino III dan pemimpin Front Pembebasan Islam Moro (MILF) saat itu, Al Haj Murad Ebrahim menandatangani Kerangka Perjanjian tentang Bangsamoro (FAB).

FAB merupakan peta jalan bagi penyelesaian akhir yang memungkinkan wilayah otonom dikelola oleh Muslim minoritas di selatan negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik itu.

MILF dan pemerintah Manila juga menandatangani Perjanjian Komprehensif tentang Bangsamoro (CAB) pada tahun 2014, membuka jalan bagi Hukum Organik Bangsamoro (BOL).

Kesepakatan 2014 mengakhiri perundingan 17 tahun dan mengakhiri konflik bersenjata puluhan tahun di selatan negara itu.

Plebisit bersejarah

BOL secara resmi disahkan pada 25 Januari setelah putaran pertama kemenangan plebisit pada 21 Januari yang menjadi kunci pemberian otonomi komprehensif kepada Muslim Moro.

Dengan ratifikasi BOL berarti Daerah Otonomi di Muslim Mindanao (ARMM) di Filipina selatan akan diganti dengan Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM).

Lebih dari 1,54 juta orang ikut memilih "Ya", yang memenuhi syarat bahwa lebih dari 85 persen, untuk menyetujui BOL, sementara sekitar 190.000 lainnya menolak undang-undang, kata hasil resmi.

Pemungutan suara pertama termasuk provinsi Maguindanao, Lanao Del Sur, dan provinsi pulau Basilan, Tawi-tawi dan Sulu serta kota-kota Cotabato dan Isabela.

Tahap kedua BOL akan diadakan di enam kota - Tagoloan, Balo-i, Pantar, Munai, Nunungan dan Tangcal - di barat laut Lanao del Norte dan di 67 daerah pemukiman di Cotabato Utara.

Mereka akan ditanya apakah mereka ingin bergabung dengan BARMM yang baru dibentuk.

Tahap kedua akan memastikan area BARMM yang lebih besar, dan setelah tahap ini selesai, administrasi sementara akan dibentuk untuk membawa daerah tersebut ke pemilihan.

Hukum Organik Bangsamoro

Di bawah undang-undang tersebut, pengadilan hukum Islam akan berlaku di wilayah tersebut, dan pemerintah pusat Filipina akan memindahkan otoritas administratifnya di Mindanao ke pemerintah Bangsamoro.

Perairan di wilayah Bangsamoro akan dikelola secara simultan oleh pemerintah nasional dan pemerintah Bangsamoro.

Pemerintah otonom akan bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya energi.

Orang-orang Muslim akan bebas dalam urusan internal mereka, sementara mereka akan terikat dengan Filipina dalam urusan luar negeri, tetapi mereka akan memiliki fleksibilitas.

Selain itu, mantan pejuang Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) akan dapat bergabung dengan pasukan resmi Filipina.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA