Pakistan bantah keras kritik atas hubungan dengan Kashmir

Menteri Luar Negeri Pakistan mengajukan protes keras terhadap pernyataan India yang mengkritik panggilan telepon kepada pemimpin Kashmir

Pakistan bantah keras kritik atas hubungan dengan Kashmir

ISLAMABAD, Pakistan 

Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Kamis memanggil duta besar India untuk Islamabad demi memprotes pernyataan negara tersebut terkait panggilan telepon Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi kepada seorang pemimpin Kashmir.

Menteri Luar Negeri Tehmina Janjua mengatakan kepada duta besar India bahwa langkah Pakistan menghubungi kepemimpinan Hurriyat itu sejalan dengan kebijakan yang dinyatakan secara terbuka tentang perluasan dukungan politik, diplomatik dan moral kepada perjuangan sah Kashmir menentukan nasibnya sendiri.

"Reaksi India hanyalah indikasi bahwa politik dalam negeri diizinkan untuk mengesampingkan kewajiban internasional dan melanggar hukum internasional untuk pemilihan umum. Pakistan seharusnya tidak diseret ke pemilu India untuk mencari suara," ujar Janjua.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri India Vijay Gokhale memanggil duta besar Pakistan dan mengeluarkan pernyataan yang memprotes panggilan telepon Qureshi kepada Mir Waiz Umer Farooq, pemimpin Partai Hurriyat.

Jammu dan Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas penduduknya Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan dalam beberapa bagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh.

Kedua negara telah tiga kali berperang - pada 1948, 1965, dan 1971 - sejak berpisah pada 1947. Dua perang di antaranya memperebutkan Kashmir.

Begitupun di gletser Siachen di Kashmir utara, pasukan India dan Pakistan telah bertempur beberapa kali sejak 1984. Gencatan senjata mulai berlaku pada 2003 lalu.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan pasukan India untuk memperjuangkan kemerdekaan, atau untuk bersatu dengan negara tetangga Pakistan.

Dari perseteruan tersebut, sejumlah organisasi hak asasi manusia mengungkapkan bahwa ribuan orang tewas akibat konflik di wilayah itu sejak 1989.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA