Malaysia negosiasi Singapura soal larangan masuk kendaraan berdenda

Singapura mengumumkan larangan masuk bagi kendaraan asing dengan denda tinggi atas pelanggaran lalu lintas, parkir, atau emisi kendaraan

Malaysia negosiasi Singapura soal larangan masuk kendaraan berdenda

JAKARTA

Malaysia akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan Singapura mengenai larangan masuk kendaraan asing dengan denda tinggi mulai 1 April mendatang, lansir Bernama pada Senin.

Wakil Menteri Luar Negeri Marzuki Yahya mendesak semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memperkeruh hubungan Malaysia-Singapura.

“Kami memahami larangan tersebut akan dikeluarkan efektif 1 April 2019. Kami sedang dalam proses diskusi dengan Singapura dan kami perlu membahas lebih lanjut tentang masalah ini,” ujar Marzuki.

Marzuki mengaku Malaysia memiliki metode tersendiri dalam berdialog dengan Singapura.

Dialog tersebut, kata Marzuki, akan dilakukan bersamaan dengan pertemuan bilateral dengan Singapura.

Pernyataan Marzuki ini merespons komentar Ketua Komite Perdagangan, Investasi dan Utilitas Internasional Johor Jimmy Puah Wee Tse yang mengatakan Malaysia juga berhak membuat aturan serupa.

Marzuki mengatakan serangkaian diskusi antara Malaysia dan Singapura tentang masalah bilateral, khususnya yang melibatkan ruang udara dan batas pelabuhan telah menunjukkan perkembangan positif.

“Kami telah mengadakan pertemuan mengenai hal-hal tersebut dengan perwakilan Singapura yang datang ke Wisma Putra minggu lalu dan hasilnya sangat baik,” kata Marzuki.

"Kami akan melanjutkan diskusi yang kemungkinan akan diadakan di Singapura dengan pada tanggal yang akan ditentukan,” jelas Marzuki.

Total 400.000 pelanggaran

Jumat lalu, Singapura mengumumkan larangan masuk bagi kendaraan asing dengan denda besar atas pelanggaran lalu lintas, parkir, atau emisi kendaraan.

Singapura mengatakan sampai saat ini ada sekitar total 400.000 pelanggaran pengendara asing yang dendanya belum dibayar.

Jumlah total denda itu mencapai USS 32 juta atau senilai Rp330 miliar.

"Sekitar 60.000 kendaraan asing memasuki Singapura setiap hari. Mayoritas pengendara asing taat hukum," rilis otoritas Singapura.

"Namun, ada beberapa yang melanggar aturan dan tidak menyelesaikan denda mereka."

"Pengemudi asing yang memasuki Singapura harus mematuhi undang-undang Singapura dan melunasi denda," ujar pernyataan itu menambahkan.

Otoritas Singapura telah menyebarkan pengumuman di jalan-jalan untuk memberi tahu para pengendara.

Polisi lalu lintas juga telah melakukan operasi di pos pemeriksaan untuk mengidentifikasi kendaraan.

"Terlepas dari langkah-langkah ini, beberapa pengendara asing terus mengabaikan denda mereka," tambah pernyataan itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA