Lanao del Norte tolak, Cotobato Utara setuju otonomi Bangsamoro

Sebanyak 61 kotapraja di tujuh kota di Cotabato Utara memilih setuju untuk dimasukkan dalam BARMM

Lanao del Norte tolak, Cotobato Utara setuju otonomi Bangsamoro

JAKARTA

Penghitungan tidak resmi Komisi Pemilihan Umum (Comelec) Filipina pada Jumat menunjukkan enam kotamadya di provinsi Lanao del Norte memilih menolak dimasukkan ke dalam Daerah Otonomi Bangsamoro Muslim Mindanao (BARMM), lansir Philstar.

Namun, 61 barangay atau kotapraja di tujuh kota di Cotabato Utara memilih setuju untuk dimasukkan dalam BARMM.

Kotapraja di tujuh kota di Cotabato Utara - Midsayap, Aleosan, Pikit, Kabacan, Carmen, Tulunan, dan Pigcawayan - adalah kantong-kantong Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF).

Hasil Plebisit juga mengungkapkan pemilih di kota-kota Aleosan dan Tulunan memilih untuk tidak dimasukkan dalam BARMM.

Maugan Mosaid, administrator kota Pikit, mengatakan plebisit diadakan di 23 dari 42 kotapraja di kotamadya mereka, sehingga memasukkan 22 kotapraja ke dalam wilayah BARMM.

Tetapi penduduk di kotapraja Balatican di pinggiran wilayah Pikit memberikan suara untuk tidak masuk ke dalam BARMM.

Di sisi lain, penduduk dari enam kota di Lanao del Norte - Balo-i, Pantar, Tagoloan, Munai, Tangkal dan Nunungan - memberikan suara untuk menolak masuk dalam BARMM.

KPU Filipina mengatakan data-data ini berdasarkan penghitungan sementara dari 63 persen pemilih.

Kotamadya Pantao Ragat, Poona Piagapo dan Salvador juga memilih setuju masuk dalam BARMM.

Rabu lalu, Warga muslim di provinsi Lanao del Norte dan Cotabato Utara memberikan suaranya dalam plebisit untuk menentukan apakah mereka akan bergabung dengan BARMM.

KPU Filipina menyatakan plebisit putaran kedua ini digelar dengan sukses meski ada insiden pengeboman di Lanao del Norte.

James Jimenez, juru bicara KPU Filipina, mengatakan angka partisipasi hampir 75 persen dari total pemilih. 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA