Istri pesepakbola Bahrain surati PM Thailand minta pembebasan suami

Hakeem Araibi sedang berbulan madu dan baru saja mendarat di Bangkok ketika otoritas Thailand menahannya pada bulan Desember

Istri pesepakbola Bahrain surati PM Thailand minta pembebasan suami

JAKARTA

Istri pesepak bola Bahrain Hakeem Araibi mengirim permohonan kepada Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-Cha untuk membebaskan suaminya yang kini ditahan di Bangkok, lansir ABC pada Kamis.

Hakeem Araibi sedang berbulan madu dan baru saja mendarat di Bangkok ketika otoritas Thailand menahannya pada bulan Desember.

"Kami bepergian bersama-sama dan bersemangat untuk tiba di Thailand, hanya untuk bertemu dengan penjara, dan ancaman bagi suami saya untuk dikirim kembali ke Bahrain di mana hidupnya akan dalam bahaya," tulisnya kepada Prayut.

Setelah tinggal di sisinya selama tiga hari di bandara dan kemudian beberapa hari lagi di tahanan imigrasi, istri Hakeem Araibi kembali ke Australia demi keselamatannya sendiri, sementara suaminya dikirim ke sel yang penuh sesak di penjara Bangkok.

Selasa lalu, Bahrain mengajukan permintaan ekstradisi resmi dengan Thailand, meskipun Hakeem Araibi berstatus pengungsi di Australia dan takut disiksa jika ia kembali ke negara tempat ia melarikan diri.

"Masa depannya ada di tangan Anda... tolong bantu suami saya pulang."

Selasa lalu, Perdana Menteri Prayut membuat komentar pertamanya tentang kasus tersebut, mengisyaratkan penyelesaian yang dinegosiasikan.

"Saya memahami keprihatinan semua pihak, kami sedang dalam proses mengeksplorasi solusi," kata Prayut, menurut surat kabar The Nation.

Istri Hakeem Alraibi menyandingkan kasus suaminya dengan kasus permohonan suaka yang menjadi sorotan media dari seorang remaja Saudi yang membarikade dirinya di kamar hotel bandara Bangkok awal Januari.

"Saya melihat posisi terpuji Thailand sehubungan dengan kasus baru-baru ini dan serupa yang dialami Rahaf Mohammed, yang melarikan diri dari Arab Saudi dan tiba di Thailand," tulisnya.

"Pada saat itu, pejabat Anda mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan mengirim kembali seseorang untuk dibunuh.

AlAraibi ditahan atas dasar pemberitahuan Interpol yang dikeluarkan atas permintaan Bahrain.

Dikatakan dia dicari karena dia diadili dalam persidangan in absentia pada 2014 dan divonis 10 tahun penjara karena diduga merusak kantor polisi, tuduhan yang dia tolak.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA