Tak Mampu Sewa Pompa, Petani Cijeungjing Terancam Rugi

Akibat musim kemarau berkepanjangan saat ini hektaran sawah yang sudah ditanami padi yang berada di Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis gagal panen, padahal tanaman padi tersebut sudah mulai menghasilkan padi. Saat mulai kekeringan

Tak Mampu Sewa Pompa, Petani Cijeungjing Terancam Rugi

CIAMIS,FOKUSJabar.com : Akibat musim kemarau berkepanjangan saat ini hektaran sawah yang sudah ditanami padi yang berada di Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis gagal panen, padahal tanaman padi tersebut sudah mulai menghasilkan padi. "Saat mulai kekeringan tanaman padi milik Saya sudah mulai muncul padi muda," kata Asikin (52) salah seorang petani warga Dusun Desa, Desa Kertaharja. Asikin menjelaskan, kekeringan yang dialami lahan sawahnya tersebut diakibatkan karena karena dirinya tidak mampu menyewa pompa air yang harga sewanya selangit. "Sebenarnya lahan tanaman padi saya bisa terselamatkan kalau saja saya mampu untuk menyewa mesin pompa air," ungkapnya, Kamis (6/8/2015). Akibat ketidak mampuan menyewa pompa air tersebut lanjut Asikin, akhirnya sawah miliknya tersebut dibiarkan terbengakalai dan pihaknyapun mengalami kerugian yang cukup lumayan besar. "Sebelum mengalami kekeringan tanaman padi sudah sempat dipupuk sampai tiga kali dengan sekali pemupukan menghabiskan biaya Rp200 ribu per petaknya, belum lagi biaya pengolahan dari sejak awal," jelasnya. Sementara itu harga sewa mesin tambah Asikin, tidak akan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan dengan hasil panen dari sawahnya tersebut. "Sawah yang Saya milik cuma sekitar 200 bata saja sedangkan biaya sewa pompa air hampir menghabiskan Rp1,2 juta. Sedangkan hasil dari panen kalau padi itu bagus hanya mengasilkan Rp 900 ribu," jeasnya. ( Husen Maharaja/den)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA