Tak Diterima di DPRD, SBSI Geruduk Kantor Bupati Tasikmalaya

Dikarenakan tidak bisa menemui wakil rakyat di DPRD, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Tasikmalaya geruduk kantor Bupati Tasikmalaya. Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluh kesah terkait upah yang tidak sesuai dengan perundang undangan. Massa

Tak Diterima di DPRD, SBSI Geruduk Kantor Bupati Tasikmalaya

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com: Dikarenakan tidak bisa menemui wakil rakyat di DPRD, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Tasikmalaya geruduk kantor Bupati Tasikmalaya. Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluh kesah terkait upah yang tidak sesuai dengan perundang-undangan. Massa dari SBSI diterima di ruang rapat Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto. "Saya hanya ingin menyampaikan keluh kesah karena datang ke DPRD tidak ada yang menerima," ungkap Koordinator SBSI Tasikmalaya, Dani Koswara, Senin (29/6/2015) Dani mengatakan, para buruh dari Pabrik Raya Sugarindo Inti (RSI) Tasikmalaya hanya menerima upah Rp750 ribu per bulannya padahal sudah mengabdi puluhan tahun. "Ada yang sudah bekerja 15 tahun, tapi upahnya Rp750 ribu, bahkan ada yang Rp200 ribu setiap bulannya. Dengan demikian kami mengeluhkan unek-unek kepada pihak pemerintah," paparnya Dani berharap, pihak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membantu dari tindakan ketidakadilan yang dilakukan PT RSI dengan memfasilitasi dengan pihak pabrik. "Alasannya pailit dan pailit ketika kami mendatangi pabrik tersebut. Dari dulu sampai sekarang tidak ada kenaikan upah," tegasnya. (Nanang Yudi/ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA