Susah Menembus Bupati Tasikmalaya, Sugih Menggalang Nurani Melalui Medsos

Keprihatinan Sugih Hartono, Alumni Unikom Bandung, asal Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya terhadap masyarakat dibawah garis kemiskinan sehingga berinisiatif menggalang nurani melalui medsos untuk membantu warga kurang mampu

Susah Menembus Bupati Tasikmalaya, Sugih Menggalang Nurani Melalui Medsos

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Keprihatinan Sugih Hartono, Alumni Unikom Bandung, asal Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya terhadap masyarakat dibawah garis kemiskinan sehingga berinisiatif menggalang nurani melalui medsos untuk membantu warga kurang mampu di wilayah Tasik Selatan. Hal itu menyusul sulitnya mengajukan permohonan ke Pemkab Tasikmalaya karena terlalu banyak mekanisme dan birokrasinya. "Pada awalnya, memang sangat tidak mudah untuk menumbuhkan kepercayaan warga Medsos. Tetapi cara publikasi renovasi atau pembangunan kegiatan dan penyajian laporan inisiator yang transparan dan akuntabel disertai bukti-bukti nota pembelian dan laporan pemasukan dan penggunaan anggaran yang ril, membuat publik medsos percaya," ungkap Sugih Hartono, Kamis (26/5/2016). Sugih mengatakan dengan mengajukan permohonan terhadap Pemkab khususnya Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum seakan acuh tak acuh. Padahal kebutuhan masyarakat miskin sangat mendesak. "Waktu itu saya melakukan komunikasi dengan Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum tapi tidak ada respon, sehingga saya bersama masyarakat bahu membahu bagaimana caranya untuk bisa membangun salah satu rumah jompo yang sangat memerlukan bantuan," tegasnya. Semestinya, pemerintah lebih respek akan kebutuhan masyarakat yang sangat urgent semisal kebutuhan untuk dilakukannya renovasi rumah. Tetapi, dengan niatan yang tulus, kesabaran dan kebersamaan dengan warga sekitar, akhirnya bisa terwujud mengumpulkan dana tanpa ada bantuan dari pihak Pemerintah. "Kan aneh, Program Gerbang Desa seharusnya membuka pintu bagi masyarakat pedesaan yang miskin dan tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan lebih dari Pemkab Tasikmalaya, ini banyak warga yang butuh uluran malah dibiarkan," tuturnya. Namun, Sugih tidak kalah semangat walau pun tidak ada bantuan dari Pemkab Tasikmalaya. Warga media sosial sangat antusias sekali. Bahkan mereka yang mengirim dana tidak hanya dari warga medsos lokal tetapi dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan sampai dari Arab Saudi dan Malaysia. "Alhamdulilah tanpa bantuan Pemkab Tasikmalaya, kami bisa mengumpulkan dana dari pengguna Medsos, bahkan ada yang dari luar negeri," tegasnya. (Nanang/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA