Sengketa Pilkades, BPMPD “Nyerah”

Sengketa Pilkades Serentak Kabupaten Garut sepertinya tidak akan ada titik terang, pasalnya BPMPD Garut mengaku menyerah terhadap kasus ini. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum 14 desa yang masih bersengketa di Kabupaten Garut. Deden Abubakar Ketua LP

Sengketa Pilkades, BPMPD “Nyerah”

GARUT, FOKUSJabar.com : Sengketa Pilkades Serentak Kabupaten Garut sepertinya tidak akan ada titik terang, pasalnya BPMPD Garut mengaku menyerah terhadap kasus ini. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum 14 desa yang masih bersengketa di Kabupaten Garut. Deden Abubakar Ketua LPKSM (Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat) Mitra Intan Mandiri, menurutnya BPMPD yang merupakan panitia pusat dan bertanggungjawab atas sengketa ini, tidak bisa memberikan tanggapan lagi, mereka mengaku menyerah, “ Saya kemarin mendatangi BPMPD bahkan bertemu langsung dengan kepala BPMPD, Bapak Tedy Iskandar untuk mempertanyakan kembali persoalan sengketa pilkades ini, jawabannya adalah, kami menyerah pak untuk kasus ini, dan semuanya kami serahkan kepada Bupati sebagai penanggungjawab Pilkades serentak,” ujarnya, Rabu (1/6/2015). Deden juga menegaskan, saat ini pihaknya akan mendatangi DPRD untuk segera memanggil Bupati Garut, dan mempertanyakan sengketa pilkades ini. Bupati jangan dulu melantik kades terpilih produk Pilkades yang bersengketa, sebelum sengketa diselesaikan. ”Saya bingung karena semua saling tuding, kalau bupati masih tetap melantik kepala desa terpilih kami akan berlanjut ke PTUN,” tandasnya. Sementara itu beberapa waktu lalu, Sekda Iman Alirrahman mengemukakan bahwa pelantikan kepala desa sesuai dengan perbub yaitu 30 hari setelah pilkades. Artinya sesudah lebaran calon kepala desa ini akan dilantik, dan penyelesaian sengketa sepenuhnya diserahkan kepada panitia pusat yaitu BPMPD. (Deni Rinjani / DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA