Sebulan Penghasilan PSK Anak Rp40Juta, Melebihi Gaji Pokok Eselon II

GARUT, FOKUSJABAR.com Permasalahan ekonomi tetap menjadi faktor utama terjadinya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netti Prastyani Hery

Sebulan Penghasilan PSK Anak Rp40Juta, Melebihi Gaji Pokok Eselon II

GARUT, FOKUSJABAR.com: Permasalahan ekonomi tetap menjadi faktor utama terjadinya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netti Prastyani Heryawan mengatakan, bahwa munculnya kasus trafficking masih berlatar belakang pemenuhan kebutuhan hidup. Dimana si suami membuka usaha di luar sana, si istri melakukan perekrutan. Lapangan kerja sangat sulit, banyak anak dibawah umur yang terperdaya oleh para pelaku trafficking. " Para pelaku memperdaya korban dengan pekerjaan menggiurkan, di tengah sulitnya mencari pekerjaan, tentu akan banyak korban yang terjerat, " ujarnya saat melakukan kunjungan di Garut, pekan lalu. Korban trafficking saat ini sudah mengarah pada eksploitasi seksual, dalam semalam para Pekerja Sek Komersial (PSK) anak ini bisa melayani tamu hingga tujuh orang saat sedang sepi, bahkan bisa mencapai 30 orang jika ramai. Sehingga dalam sebulan penghasilan para korban bisa setara dengan pejabat eselon II. " Rp 8 juta penghasilan seorang PSK anak, untuk bulan pertama, bulan ketiga bisa Rp12 juta, bahkan primadonanya bisa berpenghasilan Rp30juta, " ungkap Netti. Lanjut Netti, bukan hanya persoalan ekonomi, penegakan hukum juga harus betul-betul ditegakan agar para pelaku trafficking benar-benar jera dan justru tidak membuat infirasi pelaku lain untuk berbuat sama. " Disinilah selain masalah tadi, disini telah terjadi pergeseran nilai, dimana orang sudah berkeinginan menggunakan pakaian yang bermerek sesuai trend saat ini, sehingga mendorong banyak pihak untuk mendapatkan uang secara mudah, " pungkasnya.(**) (Tasdik/den)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA